Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung menyayangkan pemotongan anggaran pendidikan dan kesehatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung.
Wakil Ketua Komisi V Khaidir Bujung menegaskan, Pemprov seharusnya juga bisa meningkatkan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakatnya jangan yang diutamakan hanya untuk pembangunan insfratuktur saja.
” Saat ini Lampung masih minim tingkat pendidikan, dan kesehatan, masih banyak puskesmas dan sekolah yang belum terbangun khususnya di kabupaten-kabupaten yang terpencil, sangat disayangkan kalau kita berharap berusaha meningkatkan SDM yang lebih baik, tapi mutu pendidikan dan kesehatan kita masih terbatas,” jelasnya, di ruang rapat Komisi V, belum lama ini.
Lebih lanjut Bujung menjelaskan, Pemprov seharusnya tahu anggaran yang harus ditambah, bukan hanya infrastruktur yang harus diperbaiki, tapi pendidikan dan kesehatan juga penting.
“Untuk apa semua jalan bagus tapi masyarakatnya bodoh dan masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Saat ini tidak ada defisit anggaran di Lampung, jadi kenapa harus ada pemangkasan anggaran pendidikan. Seharusnya anggaran insfratuktur, pendidikan dan kesehatan harus sama-sama diutamakan, bukan kita meminta kepada pusat hanya penambahan pembangunan saja,” katanya.
Sebelumnya Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, Provinsi Lampung sedang mengalami defisit anggaran. Hal ini merupakan situasi yang sedang dialami seluruh provinsi termasuk Lampung. Untuk menutup defisit tersebut dilakukan penataan anggaran di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Dari defisit tersebut Pemprov melakukan efisiensi anggaran Rp300 miliar.
Dengan demikian harus ada penyesuaian anggaran. Artinya ada program-program yang akan di-pending sementara dengan melihat skala prioritas. “Ada pos-pos anggaran yang menjadi skala prioritas dan mana yang harus dikesampingkan dahulu,” katanya.
Efisiensi anggaran dari pusat itu disebabkan banyaknya program pemerintah pusat yang memerlukan anggaran yang sangat besar terkait infrastruktur dan pertanian. (Fitri/JJ)









