Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Sjachroedin ZP mengaku siap menyerahkan jabatannya, jika nanti tidak terpilih kembali memimpin PDIP.
“Saya akan melihat, kalau calon saya lebih bagus saya mundur. Gak masalah,” tegas Sjachroedin ZP, Rabu (4/2/2015).
Sebagai ketua, dikatakannya tentu ia memiliki tujuan dimana pada saat ia memegang jabatan sebelumnya, kondisi PDIP dapat dinilai berada dalam keadaan kalah.
“Saya terima padahal saya sudah gubernur. Yang namanya politik itu merebut kekuasaan, saya saat itu sudah berkuasa. Saya ingin tunjukan jika politik kotor itu bukan politiknya, tapi orangnya,” jelasnya.
Ia menegaskan jika dirinya dan Mingrum Gumay adalah peserta yang dicalonkan, hal yang berbeda dengan sosok Mukhlis Basri yang dikatakannya calon yang mencalonkan diri.
Dirinya mengaku misi ke depan saat dirinya memenangkan kursi tersebut akan mempersiapkan kader pengganti dirinya. “Untuk meneruskan perjuangan saya, agar lebih baik dari saya,” harapnya.
Saat disinggung mengenai dicoretnya nama Eva Dwiana, Oedin menjelaskan, istri Herman HN tersebut terjanggal oleh umur kepemilikan KTA partai, terlebih sebelumnya anggota Komisi III DPRD Lampung ini pernah singgah menjadi anggota partai lain.
“Eva kalau gak salah karena ada aturan bahwa dia baru keanggotaannya. Kemudian juga kemarin dia dari partai lain. Jadi taat aturan, bukan kita gak dukung,” tegasnya.
Menurut mantan gubernur Lampung ini, selama ini pihaknya selalu mendukung kiprah Eva. “Selama ini kan kita dukung, mana pernah kita gak dukung,” tukasnya.
Ia menerangkan jika DPD hanya memiliki hak mengajukan lima nama kepada DPP. Namun jika memang tidak memenuhi kuota, pihaknya memiliki wewenang untuk menambahkan nama.
“Dari lima itu nantinya akan dikerucutkan menjadi tiga nama, setelah itu musyawarah mufakat,” jelasnya.
Dari fit and proper test tersebut, dikatakan Oedin, nantinya akan diketahui tingkat kelabilan para calon. “PDIP ini kan coba melihat, karena kegagalan banyak ada pada unsur pimpinan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung, Sjachrazad ZP mengaku dirinya memang memiliki ambisi namun tidak ambisius untuk kembali duduk pada jabatan yang sama. “Ambisi saya punya, tapi saya gak ambisius ya. Terpilih syukur, gak terpilih ya sudah,” tegasnya.
Dalam fit and proper test tersebut nampak sosok Handitya Narapati, anak kandung Sajchroedin ZP. Saat disinggung mengenai ada atau tidak perlakukan khusus sebagai anak ketua DPD PDIP tersebut, Dadek mengaku dirinya diperlakukan sama dengan peserta lainnya. (Lia/JJ).









