Harianpilar.com, Bandarlampung – Tahun ini, Pemprov Lampung tidak mengagendakan acara Belangiran yang merupakan tradisi mensucikan diri dengan mandi di Sungai Sumur Putri, Kali Akar, Bandarlampung. Pasalnya, Pemprov di tahun 2015 mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial.
“Untuk tahun ini Belangiran ditiadakan, karena kegiatan seremoni memang harus dikurangi, jadi dalam tahun ini tidak kita agendakan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Krearif Provinsi Lampung Herlina Warganegara, melalui telepon selulernya, Kamis (11/6/2015).
Dikatakan Herlina, acara Belangiran merupakan tradisi menyambut bulan suci Ramadhan agar bisa khusyuk dalam menjalan ibadah, sekaligus melestarikan budaya. Upaya ini juga mengacu pada peraturan Menpan tentang gerakan pola hidup sederahana PP 13 tahun 2014.Sementara tidak ada tradisi belangiran, memang sebelumnya tiap tahun ada tapi tahun ini ditiadakan dan tidak ada penggantinya.
Sedangkan Asisten III bidang Kesra Pemprov Lampung Ellya Muchtar menjelaskan, untuk Belangiran memang belum dijadwalkan, tapi Pemprov Lampung sudah berkordinasi dengan Pemda kabupaten untuk mengganti tradisi tahunan tersebut.
” Kita belum mendapat agenda dari dinas pariwisata, tapi nanti kita lihat lagi ya, karena nanti ada kegiatan lain untuk menyambut bulan suci ini,” jelasnya.
Selain tradisi Belangiran, saat ini nasib Dewan Kesenian Lampung masih terkatung-katung untuk meningkatkan kesenian dan kebudayaan Lampung. Menyusul minimnya perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap budaya Lampung.
“Saat ini sangat miris kesenian yang ada mulai terlupakan, kebijakan kesenian juga tidak ada, malah yang lebih parah dewan kesenian nasibnya masih terkatung-katung,” ungkap Penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS.
Menurut Isbedy, beda pemimpin beda kebijakan kemudian beda selera, perhatian terhadap seni budaya di era baru saat ini. Mungkin ini kalimat yang tepat saat ini, bila dibandingkan dengan pemimpin sebelumnya kesenian dan dewan kesenian Lampung cukup menjadi perhatian bagi pemerintah.
“Seharunya gubernur Lampung harus lebih menonjolkan visi misi seni budaya harus dipertajam, karena suatu negara dan provinsi yang pertama kali dikenal dunia yaitu kesenian dan senimannya. Sedangkan untuk pembangunan hanya pelengkap coba lihat provinsi lain yang pertama kali menjadi pembicaraan adalah kesenian daerah itu sendiri baru diikuti potensi yang lain,” terangnya.
Lebih lanjut Isbedy menjelaskan, Pemprov harusnya lebih menonjolkan kesenian, sampai satu tahun ini seniman dan tokoh kebudayaan harus dihidupkan sampai saat ini masih belum berjalan, harusnya gubernur bisa memajukan visi kebudyaan untuk kedepan harus dipertajam.
“Jangan sampai kedepannya kesenian dan seniman Lampung mulai tersisihkan,” tegasnya. (Fitri/JJ)









