oleh

Prof. Rudy Dipastikan Daftar Bakal Calon Rektor Unila, Dikawal Elza Syarief

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., dipastikan akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Lampung pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pendaftaran tersebut akan dilakukan selepas Prof. Rudy melaksanakan salat Jumat. Menariknya, rombongan Prof. Rudy dijadwalkan bergerak dari Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, menuju Gedung Rektorat Unila untuk menyerahkan berkas pendaftaran.

Proses pendaftaran tersebut juga diperkirakan menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika pemilihan Rektor Unila. Pasalnya, Prof. Rudy merupakan salah satu akademisi yang memiliki pengalaman panjang di bidang hukum tata negara, pembangunan hukum, legislasi, serta tata kelola pemerintahan.

Selain didampingi tim pemenangan, pendaftaran Prof. Rudy disebut akan dikawal langsung oleh pengacara nasional Elza Syarief, yang dijadwalkan hadir bersama rombongan.

Prof. Rudy merupakan akademisi kelahiran Teluk Betung, 4 Januari 1981. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia pada 1999–2003.

Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke Kobe University, Jepang. Ia meraih gelar Master of Laws (LL.M.) bidang Law and Development pada 2005–2007 dan Doctor of Laws (LL.D.) bidang yang sama pada 2009–2012.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Prof. Rudy dikenal sebagai akademisi, peneliti sekaligus praktisi hukum tata negara. Bidang keahliannya meliputi Hukum Tata Negara, Hukum Pemerintahan Daerah, Hukum Perundang-undangan, Perancangan Peraturan Perundang-undangan, Konstitusi, Teori Hukum, Hukum Pemilu dan Pilkada, serta Perbandingan Tata Negara.

Di lingkungan akademik, Prof. Rudy saat ini menjabat sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ia juga tercatat sebagai Visiting Professor pada Law and Development Program, Kobe University, Jepang.

Pernah Jadi Wakil Rektor

Masuknya nama Prof. Rudy dalam bursa bakal calon Rektor Unila bukan tanpa pengalaman dalam tata kelola perguruan tinggi.

Alumnus SMAN 2 Bandar Lampung itu pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Lampung periode 2023–2024 pada masa kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Lusmeila Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng.

Sebelumnya, Rudy juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Unila, antara lain Sekretaris LPPM Universitas Lampung periode 2019–2023, Plt. Ketua LPPM Unila pada 2023, Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan Unila periode 2016–2023, serta Ketua Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila periode 2012–2016.

Di luar kampus, pengalaman kelembagaan Prof. Rudy juga cukup panjang. Ia pernah menjadi Staf Ahli Perancangan Peraturan Perundang-undangan DPD RI pada 2015–2022, Ketua Dewan Riset Daerah Lampung Timur 2016–2020, serta Dewan Pakar Lampung Post periode 2014–2018.

Saat ini, ia juga tercatat sebagai Kepala Divisi Akademik Pengurus Pusat APHTN-HAN sejak 2025 dan Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Dosen HTN-HAN Lampung sejak 2019.

Selain itu, Prof. Rudy dipercaya sebagai Ketua Komisi Hukum MUI Lampung sejak 2020.

Berpengalaman sebagai Ahli di Bidang Legislasi

Pengalaman Prof. Rudy tidak hanya berada di ranah akademik dan birokrasi kampus. Ia juga aktif sebagai narasumber, tim ahli, serta dalam berbagai kegiatan legislasi dan ketatanegaraan.

Pada 2026, ia tercatat sebagai Saksi Ahli Presiden di Mahkamah Konstitusi, narasumber Bimbingan Teknis Tenaga Ahli DPR oleh Badan Keahlian DPR, serta narasumber ahli dalam pembahasan RUU Kepolisian.

Sebelumnya, ia juga menjadi narasumber ahli RUU BUMN pada 2025 dan Ketua Tim Ahli Prolegnas PPUU DPD RI pada 2024.

Prof. Rudy juga pernah masuk dalam Bank of Expert Kementerian Hukum dan HAM RI pada 2022, menjadi narasumber ahli RUU Grasi, Amnesti, Abolisi dan Rehabilitasi pada 2021, serta terlibat dalam penyusunan dan harmonisasi berbagai RUU dan Prolegnas sepanjang 2018–2021.

Pengalaman internasionalnya juga cukup kuat. Ia pernah menjadi Visiting Professor di Kobe University pada 2014, 2017 dan 2019 serta menjadi Invited Speaker dalam forum Asian Law and Society pada 2016 dan 2020.

Produktif dalam Riset dan Publikasi

Sebagai akademisi, Prof. Rudy juga memiliki rekam jejak dalam penelitian kompetitif. Sejumlah penelitian yang pernah dikerjakannya antara lain Model Integratif Pemulihan Bencana di Pesisir Lampung pada 2024 melalui pendanaan DIKTI sebesar Rp135 juta.

Pada 2020, ia mengembangkan Aplikasi OmniLaw untuk Penyederhanaan Legislasi melalui skema RISPRO LPDP dengan nilai pendanaan mencapai Rp1 miliar.

Sebelumnya, pada 2018–2019, ia mengembangkan Model Hukum Pengayoman untuk Menguatkan dan Memberdayakan Desa melalui skema Strategis Nasional. Pada 2016–2017, ia juga melakukan penelitian mengenai Rekonstruksi Pembangunan Legislasi Berbasis Hukum Pengayoman melalui skema Kompetensi DIKTI.

Di bidang publikasi, Prof. Rudy telah menulis dan menjadi editor lebih dari 20 buku maupun monograf serta berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional.

Sejumlah karya yang tercatat di antaranya Civil Law Reforms in Post-Colonial Asia yang diterbitkan Springer pada 2019, Land Law and Dispute in Asia oleh Routledge pada 2021, serta Rekognisi Hukum Adat dan Masyarakat Hukum Adat yang diterbitkan Rajawali Press pada 2022.

Jejaring akademiknya juga telah berkembang hingga tingkat internasional. Prof. Rudy aktif dalam Asian Law and Society, East Asian Law and Society Forum, Asian Law Institute (ASLI), serta berbagai program akademik dan konferensi di Jepang, Prancis, Malaysia, Singapura, India dan Taiwan.

Kandidat Termuda

Masuknya Prof. Rudy dalam bursa bakal calon Rektor Unila kali ini juga memberikan warna tersendiri. Dengan usia 45 tahun, ia tercatat sebagai salah satu kandidat dengan usia paling muda dibandingkan sejumlah figur lain yang telah lebih dahulu menyatakan diri maupun mendaftarkan diri.

Pengalaman sebagai guru besar, akademisi, peneliti, praktisi legislasi, birokrat kampus, hingga memiliki jejaring akademik internasional menjadi modal yang dibawa Prof. Rudy dalam kontestasi pemilihan Rektor Unila.

Pendaftaran pada Jumat siang nanti sekaligus akan menjadi langkah resmi Prof. Rudy untuk masuk dalam tahapan pemilihan Rektor Unila.

Dengan rekam jejak tersebut, kehadiran Prof. Rudy diperkirakan menambah dinamika dalam proses pemilihan pimpinan Universitas Lampung ke depan. (Ramona)

Komentar