oleh

Spanyol Juara Piala Dunia, Mirza Tersenyum

LHarianpilar.com, Bandarlampung- autan manusia yang memadati kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, pecah dalam sorak sorai ketika Ferran Torres mencetak gol semata wayang pada menit ke-106 babak tambahan waktu, mengantarkan Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 sekaligus merebut gelar Piala Dunia 2026, Senin (20/7) dini hari WIB.

Ribuan warga yang mengikuti Nonton Bareng (Nobar) Akbar Final Piala Dunia 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung larut dalam euforia hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan La Furia Roja menjadi pembuktian prediksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang sejak awal menjagokan Spanyol sebagai kampiun dunia. Sebaliknya, harapan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang memilih Argentina harus pupus setelah Albiceleste gagal mempertahankan gelar.

Pertandingan berlangsung sengit. Selama 90 menit kedua tim bermain tanpa gol. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi, tetapi ketangguhan Emiliano Martinez di bawah mistar membuat skor tetap 0-0 hingga waktu normal usai.

Situasi berubah ketika Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time. Unggul jumlah pemain, Spanyol terus menekan hingga akhirnya Ferran Torres memanfaatkan umpan Nico Williams pada menit ke-106 untuk mencetak gol kemenangan.

Hasil ini mengukuhkan Spanyol sebagai juara dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pada edisi 2010. Sebaliknya, Argentina gagal mempertahankan trofi yang diraih pada 2022 sehingga ambisi mencetak gelar Piala Dunia secara beruntun pun kandas.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengaku bangga karena prediksinya menjadi kenyataan. Menurutnya, kemenangan Spanyol menunjukkan bahwa disiplin, kerja sama tim, dan keberanian memainkan sepak bola menyerang menjadi kunci meraih prestasi tertinggi.

“Selamat kepada Tim Nasional Spanyol yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026. Mereka tampil disiplin, sabar, dan mampu memanfaatkan momentum pada babak tambahan waktu. Terima kasih juga kepada ribuan masyarakat Lampung yang telah menjaga nobar berlangsung tertib, aman, dan penuh sportivitas. Inilah semangat olahraga yang menyatukan kita semua,” ujar Rahmat Mirzani Djausal usai nobar.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengaku harus menerima kekalahan tim favoritnya. Meski demikian, menurutnya kemenangan terbesar justru diraih masyarakat yang dapat menikmati pesta sepak bola dunia dalam suasana aman dan penuh kebersamaan.

“Bunda memang menjagokan Argentina, ternyata Spanyol yang menjadi juara. Selamat untuk Spanyol. Yang paling membahagiakan adalah melihat masyarakat Bandar Lampung bisa menikmati nobar bersama dengan tertib, rukun, dan penuh kegembiraan. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” kata Eva Dwiana.

Nobar Akbar Final Piala Dunia 2026 di Tugu Adipura juga menjadi magnet ekonomi rakyat. Puluhan pelaku UMKM menikmati peningkatan omzet karena ribuan pengunjung memadati pusat kota sejak malam hingga dini hari.

Perbedaan dukungan antara Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang memilih Spanyol dan Wali Kota Eva Dwiana yang menjagokan Argentina justru menjadi warna tersendiri dalam pesta sepak bola tersebut. Pada akhirnya, kemenangan Spanyol disambut sebagai kemenangan sportivitas yang dinikmati seluruh masyarakat Lampung tanpa memandang tim yang didukung.

Sejumlah pejabat juga ikut berbaur bersama ribuan warga  menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Tugu Adipura, Senin (20/7) dini hari Ketika gol kemenangan Spanyol memastikan skor 1-0 pada babak tambahan, sorak-sorai langsung memecah langit Bandar Lampung.

Mereka adalah Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala Biro Umum Setdaprov Lampung Yuliardi, serta Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, S.P., M.A. (Ramona)

Komentar