oleh

Riset Blockchain Antar Dosen Darmajaya. Andi Desfiandi : Bukti Nyata Kampus Berkelas Global

Harianpilar.com, Bandarlampung- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menorehkan prestasi akademik. Dosen Program Studi Sistem Komputer, Dr. Sabam Parjuangan, S.T., M.T.I., resmi meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), memperkuat barisan sumber daya manusia unggul yang menjadi fondasi pengembangan kampus berbasis teknologi.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi penuh dari Yayasan Alfian Husin. Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin, Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan bukti nyata komitmen Darmajaya dalam membangun kualitas dosen berstandar nasional dan global.

“Gelar doktor yang diraih Dr. Sabam menunjukkan keseriusan Darmajaya dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ini menjadi bukti nyata bahwa Darmajaya terus berkembang sebagai kampus unggul,” ujar Andi, Senin (20/2).

Menurutnya, disertasi yang mengangkat teknologi blockchain memiliki nilai strategis karena selaras dengan arah perkembangan ekonomi digital. Blockchain dinilai bukan lagi sekadar inovasi, melainkan fondasi baru dalam sistem transaksi, keamanan data, hingga pengembangan marketplace digital.

Andi mengatakan, keberhasilan tersebut akan memperkuat jejaring akademik Darmajaya sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi dan industri. Kehadiran dosen bergelar doktor juga diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin riset-riset mutakhir seperti blockchain dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga mahasiswa memperoleh wawasan yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” katanya.

Senada, Ketua Yayasan Alfian Husin, Ary Meizari, S.E., M.B.A., menyatakan keberhasilan Dr. Sabam menjadi bukti konsistensi Darmajaya dalam melahirkan inovasi melalui penguatan kualitas dosen.

“Kami akan terus mendukung dosen untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi, memperkuat riset, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Darmajaya optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang siap mendukung transformasi digital nasional sekaligus mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (Ramona)

Komentar