Harianpilar.com,Bandarlampung- Lapangan padel berubah menjadi arena penggerak ekonomi. Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi penyelenggaraan Siger Smash Padel Tournament 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung sebagai ajang yang memadukan olahraga, digitalisasi transaksi keuangan, serta pemberdayaan UMKM untuk memperkuat perekonomian daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, saat membuka turnamen di The Canopy Lampung, Minggu (19/7), menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah mempererat kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
“Turnamen seperti ini mempertemukan semangat banyak orang. Di satu tempat hadir pelaku UMKM, edukasi transaksi digital, silaturahmi, dan yang paling penting tumbuhnya semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan inilah yang akan selalu menjadi kekuatan masyarakat Lampung,” ujar Mirza.
Mirza menyebut Bank Indonesia telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung, tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memberikan analisis dan rekomendasi sebagai early warning system dalam penyusunan kebijakan daerah. BI juga dinilai konsisten mendukung pengendalian inflasi melalui TPID, mempercepat digitalisasi lewat TP2DD, serta mendorong UMKM naik kelas.
Menurut Mirza, keberhasilan transformasi digital di Lampung tercermin dari pertumbuhan transaksi QRIS yang mencapai 95,1 persen pada Mei 2026, sebuah capaian yang menunjukkan semakin kuatnya budaya transaksi non-tunai di tengah masyarakat.
“Modal terbesar pembangunan bukan hanya APBD, bukan pula semata-mata sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Modal terbesar pembangunan adalah semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi, saya optimistis cita-cita mewujudkan Lampung Maju akan semakin cepat kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan Siger Smash Padel Tournament 2026 merupakan bagian dari rangkaian Siger Sport 2026 dalam Siger Fest 2026 yang mengusung semangat memperluas penggunaan pembayaran digital melalui QRIS.
Menurut Bimo, olahraga padel dipilih karena tengah berkembang pesat dan mampu menarik antusiasme masyarakat. Selain mengampanyekan transaksi non-tunai, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM yang terlibat.
Mengusung tema “Bijak Bertransaksi, Siap Digitalisasi,” turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk mempercepat transformasi digital, menggerakkan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat kolaborasi menuju Lampung Maju. (Ramona)










Komentar