oleh

Ayu Asalasiyah Disebut Bupati Terburuk Waykanan

Harianpilar, com. ​Bandarlampung – Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah menjadi bahasan dengan nada negatif oleh para nitizen di laman media sosial facebook. Kinerja pemerintah Waykanan mendapat sorotan tajam terutama disebabkan oleh kondisi jalan yang banyak rusak parah. Bahkan, Ayu Asalasiyah disebut oleh nitizen sebebagai bupati terburuk, nitizen juga menyinggung soal dinasti politik.

Di grup facebook KABAR BERITA WAY KANAN yang menampilkan foto wajah bupati saat ini memicu ratusan komentar bernada pedas dari warganet, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan dan kinerja pemerintahan daerah.

Seperti akun @BobaTisMbom menyebut Ayu Asalasiyah sebagai “bupati terburuk di Way Kanan”. Penulis unggahan itu menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari tidak adanya wakil bupati hingga rusaknya jalan di hampir seluruh wilayah Waykanan.

“Tidak ada wakil bupatinya, jalan di mana-mana rusak semua, sudah buta dan tuli. Jika tidak siap jadi bupati lebih baik mudurkan diri saja,” tulis akun tersebut, Minggu (8/2/2026).

Komentar warganet pun mengalir deras. Kritik paling banyak diarahkan pada kerusakan jalan yang dinilai dibiarkan berlarut-larut.”Jalan berlubang sudah kaya kolam lele. Apa nunggu ada yang mati dulu baru dibenerin?,” tulis Muhamad Gusfahim dalam kolom komentar.

Nada lebih keras disampaikan akun Doni Januardy yang menuding pemerintahan daerah tidak menunjukkan kinerja nyata.”Jadi bupati makan dana anggaran saja bisanya. Sibuk memperkaya diri sendiri. Kerja nyata nol besar,” tulisnya.

Keluhan serupa juga disampaikan akun I Gede Budi Artana, yang menilai alasan efisiensi anggaran tidak sejalan dengan realitas di lapangan.”Rakyat mau teriak sekeras apa pun pejabat tetap gak tahu malu. Alasannya efisiensi, tapi mereka makin kaya. Rakyat malah terpaksa keluar biaya sendiri memperbaiki jalan,” tulisnya.

Tak sedikit komentar yang menyinggung politik dinasti dan dugaan politik uang dalam proses pemilihan kepala daerah.”Sudah tahu dari zaman saudaranya gak ada pembangunan, ini kalian pilih lagi adiknya cuma karena uang 100–200 ribu,” tulis akun Yudie Hagemaru.

Komentar senada disampaikan akun Adit Riyansyah.”Bukannya masyarakat sudah pilih sendiri? Atau memilih hanya karena amplop? Berarti siap menerima segala risikonya,” ujarnya.

Sebagian warganet bahkan mulai menyerukan aksi terbuka sebagai bentuk protes.”Di-demo itu solusi, diganti,” tulis akun Cingkau Lebuk. Sementara akun lain menyerukan aksi simbolik pemasangan bendera setengah tiang di jalan-jalan rusak.

Di tengah derasnya kritik, muncul pula harapan agar Bupati Waykanan merespons aspirasi publik secara terbuka.”Tolong buka mata, buka telinga, buka hati nurani. Keinginan rakyat sederhana, minta jalannya diperbaiki,” tulis akun Enja Lisda Enja.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Waykanan maupun Bupati Ayu Asalasiyah terkait kritik yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. (*).