oleh

Massa Demo Tolak Arinal-Nunik Nyaris Bentrok dengan Polisi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ratusan masa menggelar aksi di depan Kantor Sentra Gakkumdu, Senin (15/07/2018) nyari bentrok dengan aparat kepolisian.

Bentrokan nyaris terjadi lantaran salah satu koordinator meneriaki agar massa aksi terus maju menerobos barisan kepolisian sekitara pukul 11.30 WIB.

“Kalau kalian ingin batalkan Arinal – Nunik dan usir SGC maju dua langkah sekarang juga,” teriak salah satu koordinator aksi.
Namun bentrokan hanya berhasil diredam aparat kepolisian ketika salah satu aparat kepolisian meminta kordinator aksi untuk tidak meneruskan orasinya.

“Tolong berhenti itu yang bicara, tangkap yang orasi. Kita ini aksi damai, jangan bikin mancing emosi,” ucap salah satu apara kepolisian.
Pantauan di lapangan hingga pukul 11.58 WIB aksi masa beristirahat lalu akan dilanjutkan setelah Dzuhur.

Massa ajuga menuding Polda serta Bawaslu Lampung “masuk angin”. Mereka menilai Polda dan Bawaslu telah melakukan pembiaran praktek politik uang (money politic) yang diduga dilakukan oleh paslon Arinal – Nunik.

“Kenapa hari ini ada sidang di Gakumdu, penyebabnya adanya Polda dan Bawaslu membiarkan Arinal – Nunik membagikan uang selama masa kampanye dan masa tenang,” tegas Koordinator aksi, Rakhmat Husein dalam orasinya.

“Kalau masa kampanye dan masa tenang, membagi uangnya keliatan Bawaslu tidak ngapain. Apalagi ini sidang Gakumdu yang hanya dipimpin tiga majelis sidang,” sambung dia.

Selain itu, dirinya juga menilai paslon Arinal – Nunik bukan tempat yang tepat untuk menggantungkan masa depan dan harapan masyarakat Lampung untuk lima tahun kedepan.

“Karena Arinal hanya jadi kacung PT SGC, hanya menjadi kacung, hanya jongos, hanya kaki tangan PT SGC,” ucap Rakhmat Husein.
Lebih lanjut, dirinya juga mempertanyakan dana kampanye paslon Arinal – Nunik selama masa Pilgub Lampung 2018.

“Tidak mungkin Arinal yang hanya mantan PNS, mantan Sekda punya uang ratusan miliar. Arinal hanya bekas PNS, mantan sekda dan Nunik hanya bupati, tapi kita lihat susu jutaan kaleng dibagi, sarung jutaan kain dibagi. Maa kampanye dan masa tenang amplop-amplop dibagi dengan isinya 50 ribuan,” paparnya.

Atas dasar itu, Rakhmat Husein beranggapan paslon Arinal – Nunik disuplai dana dari PT Sugar Group Company (PT SGC). “Dari mana mantan PNS punya uang segitu, kalau bukan dari SGC,” ungkap dia.

Dirinya juga menyayangkan sikap kepolisian Polda Lampung yang tidak ada aksi penangkapan tangan money politic Pilgub Lampung.

“Kita dengar Kapolda pidato depan rakyat dan cagub bahwa kapolda komitme untuk jaga tidak ada politik uang, tapi apa yang terjadi kita tidak saksikan ada polisi tangkap tim Arinal bagi uang,” sesalnya.

Maka itu, Rakhmat Husein menilai masyarakat Lampung telah terjebak atas kejadian money politic Arinal – Nunik.

“Makanya saya kilah, rakyat memang menjadi kejebak ketika SGC sudah pakai tangan panwas dan polisi untuk bagi uang selama masa kampanye dan masa tenang, ” tukasnya.

Pantauan di lapangan, masa aksi terus berorasi menginginkan paslon Arinal – Nunik didiskualifikasi dan desak pilgub ulang serta PT SGC diusir dari Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Yang ingin pilgub ulang tepuk tangan, pilgub ulang adalah keharusan, yang ingin pilgub ulang tepuk tangan, ” nyanyian masa selama unjuk rasa.
Selain itu, ratusan personel stand by bersiaga di depan kantor sentra Gakkumdu. (Maryadi)