Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo terlihat mesra bersama Calon Gubernur Lampung, yang juga ketua DPW Nasdem Lampung Mustafa pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I, DPD Hanura Lampung di Hotel Sheraton, Minggu, (22/10/2017).
Ridho memiliki harapan besar kepada Partai Hanura agar bisa bersama-sama menjaga kondisi kondusif di Bumi Ruwa Jurai.
“Dalam Rakerda ini, saya juga menitipkan agenda pemikiran untuk sama–sama membangun Lampung,” kata Ridho.
Ketua DPD Partai Demokrat Lampung itu mengajak semua untuk berkontribusi membangun Lampung.
“Mari kita jaga sikap gotong-royong untuk bersama-sama membangun Lampung,” pungkasnya.
Kepada peserta rapat kerja, Gubernur menitipkan agenda pemikiran dalam membangun Lampung. Hal ini karena politik Indonesia berbasis gotong royong. “Masyatakat Lampung memiliki hati nurani untuk memilih siapa dan kita masih memiliki waktu untuk membangun Lampung. Tentunya ketika kompetisi selesai, kita harus tetap bergandengan tangan untuk membangun Lampung,” kata Gubernur.
Ridho mengajak Partai Hanura Lampung untuk meningkatkan keunggulan daerah. Ridho menjelaskan, Lampung merupakan provinsi unggul karena masyarakatnya pejuang dan heterogen.
“Hal ini terbukti dengan meningkatnya daya saing Lampung di posisi 14 nasional dari semula di urutan ke-25. Ini bukan hanya peran dari kepala daerah, namun seluruh komponen masyarakat Lampung,” kata Ridho.
Kondisi Lampung saat ini, menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Gede Pasek Suardika, kondusif dan bersahabat. “Lampung sangat patut untuk diangkat dan dicontoh di level nasional,” kata Gede.
Untuk itu, dia berharap jajaran Partai Hanura dapat menjaga tren positif ini. “Partai politik adalah organisasi yang diprasaranai negara untuk menyiapkan kader pemimpin. Kita harus mempersiapkan diri dalam menyelesaikan masalah, karena itu adalah ciri pemimpin,” kata Gede Pasek Suardika.
Di sisi lain, Ketua DPD Hanura Provinsi Lampung, Sri Widodo, Partai Hanura besar, kuat dalam pendirian dan kompak dalam kesatuan. “Kita harus menjadi petarung berani, tersistem, terukur dalam menghadapi tantangan ekstrim, ke depan harus mampu menjadi partai tiga besar,” kata Widodo.
Sementara itu, Partai Demokrat menyambut baik terkait Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Mustafa bila ingin berkoalisi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad, mengapresiasi keinginan tersebut. “Tentu kalaupun akan dibicarakan mengenai koalisi dengan Demokrat, dipastikan posisi yang kami cari adalah untuk cawagub, bukan cagub,” katanya melalui telepon selulernya, Minggu (22/10/2017).
Hingga saat ini Partai Demokrat untuk cagub, sudah menetapkan pilihan yaitu M. Ridho Ficardo. “Sepertinya bisa juga kalau Ridho & Mustafa berpasangan. Saya kira, bila orientasi maju pilgub tidak semata kepada posisi melainkan lebih kepada fungsi, serta pengabdian kepada kepentingan masyarakat dan daerah Lampung, kemungkinan lahirnya pasangan tersebut bisa-bisa saja,” ujarnya.
“Kita lihat saja bagaimana perkembangan ke depannya. Politik itu kan kompromi-kompromi. Tidak ada yang tidak bisa dibicarakan,” katanya.
Namun, semua keputusan dikembalikan ke Ketua DPD Demokrat, Mas Ridho Ficardo.
“Memang, urusan siapa cawagub kami, sepenuhnya menjadi kewenangan Mas Ridho untuk menentukannya. Saya dan para sahabat di DPD PD Lampung sebatas memberi masukan kepada beliau. Kita liat saja prkembangan ke depannya ya,” jelasnya. (*)







