oleh

BNN Gelar Seminar P4GN di Lingkungan Sekolah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna menekan peredaran narkoba di kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung kembali menggelar seminar penyusunan kebijakan P4GN di lingkungan SMA dan MAN se Lampung. Kali ni seminar di lakukan di MAN I Model Bandarlampung, yang di ikuti oleh 50 siswa dari berbagai jurusan.

Kasi Pencegahan BNN Lampung,Ismarizanti mengatakan bahwa pencegahan narkoba sejak dini sangat penting, oleh karena itu dalam melakukan pencegahan narkoba terhadap pelajar , dukungan pihak sekolah sangat diperlukan.

“Program ini dilaksanakan untuk untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dilingkungan pendidikan. Kegiatan penyuluhan ini akan terus berlanjut kesekolah – sekolah lainnya. Kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak terutama pihak sekolah,” ujarnya, saat ditemui di MAN I Bandarlampung, Selasa (28/4/2015).

Menurutnya, peredaran gelap narkoba  belakangan ini sangat membahayakan, terlebih dikalangan pelajar yang merupakan penerus bangsa, sehingga dengan program ini diharapkan dapat memutus mata rantai barang haram tersebut.

”Narkoba merupakan bahan atau zat yang bila masuk kedalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf atau otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis atau jiwa dan fungsi social,” paparnya.

Sementara, Ketua UKS dan Satgas Narkoba Man I Bandarlampung Rosmiyati menyambut baik program yang digalakkan oleh BNN ini, pasalnya dunia remaja sekarang dekat sekali dengan narkotika, sehingga sosialisai ini penting dilakukan.

“mengingat kondisi pelajar saat ini nyaris marak narkoba, jadi kita sangat menduung program ini, bahkan kita juga dalam penerimaan siswa baru juga melakukan test urine,” ujarnya

Dijelaskannya, jika pihak sekolah juga selalu aktif memberikan himbauan-himbauan kepada siswa nya tentang bahaya narkoba.

“Kita juga selalu melakukan himbauan kepada siswa, jadi kita selalu mengingatkan siswa untuk menghindari itu,” imbuhnya

Bahaya narkoba, lanjutnya, tidak hanya membuat kerusakan pada system saraf otak, namun juga akan merusak masa depan pengedar maupun pengonsumsinya.

“Sangat berbahaya, selain merusak kesehatan narkobha juga merusak masa depan bangsa,” imbuhnya.

Rosmiyati berharap, siswa yang menjadi peserta seminar tersebut dapat memberikan informasi tentang bahaya narkoba kepada teman-teman sekolahnya, bahkan kepada keluarganya.

“Mereka dapat menjaga diri mereka dari bahaya narkoba, sekaligus dapat meneruskan info ini kepada lingkungan sekitarnya, khusunya bagi teman-teman sekolahnya,” terangnya.  (Buchari/JJ)