Harianpilar.com, Bandarlampung – Warga yang tinggal disekitar Lokas Pembangunan Flyover Ki Maja- Ratu Dibalau Wayhalim Bandarlampung meminta pemerintah Kota Bandarlampung untuk melebarkan jalan sebelum melakukan pembangunan flyover.
Pasalnya, akses lalu lintas didaerah itu akan terganggu jika tidak dilakukan pelebaran jalan.“Yang jelas kita mau ada pelebaran jalan dulu, jadi kita kan bisa ada jalan juga disana. Minimal satu mobil bisa lewat. Seharusnya proyek berjalan setelah pelebaran jalan, jadi arus lalu lintas tidak terganggu,” Ujar salah seorang warga Ki Maja, Nurhayati, saat ditemui di DPRD Kota Bandarlampung, Senin (27/4/2015).
Warga juga meminta diberikan kompensasi selama pembangunan flyover berlangsung. Pasalnya usaha mereka mati akibat jalan akan ditutup total.“Kalau itu jadi ditutup total kami minta kompensasi selama penutupan,” ujar Warga lainnya, Jani.
Menanggapi itu, Walikota Bandarlampung Herman HN meminta warga tidak ngeyel agar proses pembangunan flyover berjalan lancar dan tidak akan merugikan warga.“Kalau tendernya udah selesai, ya berarti sudah mau dibangun, kita mempercepat bagaimana pembangunan itu selesai supaya rakyat jangan dirugikan,” ujar Herman HN.
Menurut Herman HN pembangunan flyover untuk kepentingan masyarakat luas.“Inikan banyak yang ngeyel-ngeyel, jadi kerok saya. Kepentingan orang rame itu yang saya dulu kan. Makanya pembebasan lahannya itu jangan lama-lama, jangan ngeyel, jika dia nggak ngeyel jalan itu kan bisa dilebarkan, jalan itu bisa dibuka, jadi aman tentram,” terangnya.
Sementara untuk peletakan batu pertama pembanguna flyover tersebut, Herman belum dapat memastikan kapan akan dilaksanakan.“Ya gampanglah ngeletakin batu mah,” pungkasnya. (Buchari/Juanda)









