Harianpilar.com, Bandarlampung – Bakal Calon Bupati (Balonbup) Kabupaten Pesisir Barat Oking Ganda Miharja menggagas pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kelistrikan jika kelak terpilih sebagai Bupati Pesisir Barat.
Mayoritas masyarakat Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan pelayaan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain kerap mati, daya listrik di kabupaten termuda di Lampung itu sangat lemah.
“Persoalan Listrik saat ini menjadi persoalan pokok masyarakat Pesisir Barat. Selain sering mati, daya listrik di Pesisir Barat sangat lemah. Sehingga kalaupun hidup, kadang tidak terang,” ujar Oking, Senin (27/4/2015).
Jika hanya bergantung pada PLN, lanjutnya, tidak banyak dapat diharapkan. Terbukti, selama ini pelayaan listrik di Pesisir Barat sangat memprihatinkan. Karena itu, lanjutnya, diperlukan peran besar dari Pemerintah daerah serta trobosan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap listrik.
“Ini menjadi program utama saya. Jika kelak terpilih, maka mendirikan BUMD Listrik secepatnya dilakukan,” tandasnya.
Terkait dengan sumber daya, Oking menilai Pesisir Barat memiliki sumber daya yang sangat potensial, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Angin dengan Kincir Angin, dan Pembangkit Listri Tenaga Surya.”Justru karena banyak sumberdaya yang bisa dimanfaatkan. Karena itu diperlukan perusahaan daerah yang khusus bisa mengurusinya. Kita akan coba gali potensi itu sebesar mungkin.
Menurut Oking, dirinya secepatnya akan berkoordinasi dengan para pakar dan ahli kelistrikan untuk memetakan potensi-potensi kelistrikan di Pesisir Barat.”Data dasarnya sudah pernah dilihat, dan potensi kelistriknya sangat besar serta bisa dikelola oleh daerah. Ini akan kita kembangkan nantinya,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Pesisir Barat ini.
Begitu juga soal anggaran, Oking memastikan Pemda Pesisir Barat mampu membangun BUMD itu.”Anggarannya mampu disediakan oleh Pemda,karena tidak terlalu besar. Tinggal konsep pembangunnya harus dengan sistem yang baik dan dikelola oleh Sumber Daya Manusia yang baik,” ungkapnya.
Fokus terhadap persoalan kelistrikan, menurut Oking, bukan berarti mengabaikan persoalan sektor lainnya.”Kita mencoba memetakan satu persatu persoalan yang dihadapi masyarakat. Termasuk soal ekonomi kerakyatan, peningkatan pelayaan kesehatan dan pendidikan. Kita petakan satu-satu dan kita carikan solusinya yang konkret dan bisa dilaksanakan.Kita tidak mau menyodorkan program yang berbelat-belit ke masyarakat,” pungkasnya. (*)









