Harianpilar.com, Bandarlampung – Debat kandidat perdana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung 2024 antara pasangan Arinal Djunaidi- Sutono dan Rahmat Mirzani Djausal – dr. Jihan dinilai akan sangat menarik dan dinantikan masyarakat.
Selain karena tema debat yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak, juga karena mempertemukan pasangan Arinal-Sutono berlatar belakang mantan elit birokrat melawan Mirza-Jihan yang berlatar belakang mantan Anggota DPRD dan DPD yang merepresentasikan arus bawah.
Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Dedy Hermawan, menilai debat perdana nanti akan sangat menarik untuk diikuti. Selain temanya yang menarik yaitu infrastruktur dan ekonomi, background pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini juga cukup menarik.
“Dari sisi background paslon, ini akan menghadirkan debat antara paslon yang memiliki latar belakang birokrat dan paslon yang berlatar belakang politisi. Jadi ini cukup menarik,” ujarnya, Rabu (9/10).
Hal menarik lainnya, lanjut Dedy, masyarakat juga akan melihat bagaimana ide-ide dari paslon yang memiliki rekam jejak pengelola program dan anggaran dengan paslon yang memiliki rekam jejak sebagai anggota DPRD dan DPD. “Ini seperti arus atas elite vs arus bawah rakyat,” ujarnya.
Kemudian, Dedy juga menilai tema debat perdana kali ini memiliki nilai yang memang cukup sentral. “Karena ini menjadi pusat perhatian masyarakat pemilih dan persoalan pokok di Lampung, masalah infrastruktur dan ekonomi,” jelasnya
Untuk itu, lanjut dia, ide dan terobosan kedua paslon akan dinantikan masyarakat dalam debat perdana 13 Oktober 2024 di Hotel Novotel Bandarlampung nanti. “Mana yang akan diterima oleh masyarakat pemilih. Dan yang paling ditunggu adalah solusi operasional dan tuntas terkait infrastruktur dan ekonomi,” ungkapnya.
Namun, Dedy menilai kedua paslon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Paslon Arinal dan wakil Sutono akan terbebani karena incumbent dinilai gagal soal infrastruktur. Oleh karena itu dibutuhkan ide inovatif untuk meyakinkan masyarakat pemilih.
“Sedangkan, Paslon RMD dan Jihan, yang dianggap banyak beredar di grass root tentu ditunggu kemampuan untuk meramu aspirasi masyarakat dengan formula kegiatan nyata terkait infrastruktur dan ekonomi,” pungkasnya. (*)









