oleh

Inflasi Lampung Tetap Rendah, Tekanan Harga Meningkat di Maret 2026

Harianpilar.com,  Bandar Lampung — Inflasi di Provinsi Lampung pada Maret 2026 tercatat relatif terkendali secara tahunan. Berdasarkan data terbaru, inflasi mencapai 0,53 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 2,42 persen (yoy).

Namun secara bulanan, inflasi menunjukkan peningkatan. Pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 0,55 persen (month-to-month/mtm), naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,19 persen (mtm). Hal ini menandakan adanya tekanan harga dalam jangka pendek, terutama dari kelompok bahan pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa inflasi Lampung masih berada dalam kondisi terkendali meskipun terdapat kenaikan secara bulanan.

“Secara tahunan inflasi Lampung masih rendah dan terkendali, bahkan di bawah nasional. Namun, secara bulanan memang terjadi peningkatan yang dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan strategis,” ujar Bimo.

Secara bulanan, kenaikan inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, ikan nila, rokok kretek mesin, beras, serta cabai merah. Kenaikan harga komoditas ini menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode Maret.

Sementara itu, secara tahunan tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, daging ayam ras, dan beras.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil penahan inflasi, antara lain tarif pendidikan seperti sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta komoditas pangan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah pada periode tertentu.

Secara spasial, inflasi di beberapa wilayah di Lampung menunjukkan variasi. Wilayah Mesuji mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,77 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 1,35 persen (yoy). Sementara itu, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi bulanan sebesar 0,47 persen (mtm) dan tahunan 0,33 persen (yoy).

Adapun Kota Metro mencatat inflasi bulanan sebesar 0,17 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 1,13 persen (yoy), sedangkan Lampung Timur mencatat inflasi bulanan 0,75 persen (mtm) dan tahunan 0,61 persen (yoy).

Bimo menegaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama pada komoditas pangan yang bergejolak.

“Kami terus berkoordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang periode permintaan tinggi seperti hari besar keagamaan,” jelasnya.

Dengan kondisi inflasi yang masih relatif rendah secara tahunan dan koordinasi pengendalian yang terus diperkuat, inflasi di Lampung diharapkan tetap terjaga dalam kisaran yang stabil sepanjang tahun 2026. (Ramona).

Komentar