Harianpilar.com, Lampung Barat – Sejumlah petani sayuran di Lampung Barat (Lambar) menjerit. Meski hasil panen berlimpah, namun harga sayuran utamanya Tomat anjlok hingga Rp400/kg. Kondisi ini juga diperparah dengan naiknya harga pupuk.
Otomatis, petani sayuran mengalami kerugian. Bahkan salah seorang petani di Lambar membagikan hasil panen Tomatnya sebanyak 1,5 ton ke masyarakat dengan cara ditebar di pinggir jalan.
Salah seorang petani di Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Gusta Yupriadi (41) menjelaskan, jika hampir semua semua harga sayuran di Lambar mengalami penurunan.
“Sedih bang, semua sayuran murah sekarang, kita kurang tahu penyebabnya. Apakah karena di pasaran lagi banjir stok sayuran atau yang lain,” keluhnya.
Dia berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusi atas kondisi saat ini.
“Gimana kita gak rugi, harga sayuran murah, harga pupuk dan obat-obatan terus naik. Jadi tidak imbang antara hasil dan biaya perawatannya,” pungkasnya.
Terkait aksi bagi-bagi hasil panen Tomat ke masyarakat, petani Marwan (32) mengaku sebagai bentuk kekecewaan lantaran harga semua jenis sayuran turun drastis.
Dirinya bermaksud membagikan tomat tersebut ke warga sekitar dengan cara membongkar kemasan Tomat dari dalam kotak. Sehingga Tomat tersebut berserakan ke Jalan Pemangku Umbul Lioh, Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Sabtu (26/3).
“Saya sudah bilang ke ibu-ibu di lingkungan sini untuk mengambil Tomat itu di dalam kotak, akan tetapi mungkin malu atau gak enak jadi gak ada yang ngambil mas. Baru banyak ibu-ibu yang ngambilin bahkan ada yang videoin di sosial media,” ungkapnya.
Saat disinggung terkait aksi tersebut, Marwan mengungkapkan jika sayuran Tomat saat ini melimpah. Akibatnya harga anjlok hingga Rp400/kg, otomatis petani merugi.
“Sekarang lagi banjir tomat, makanya harganya murah,” ujarnya. (*)









