Harianpilar.com, Tanggamus – Diduga akibat depresi lantaran kisruh keluarga, Husein (35) warga Pancaniti, Kelurahan Kuripan, Kotaagung, Tanggamus ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengantung diri di gubuk yang berada di area persawahan, Dusun Cukuhbatu, Pekon Terbaya, Kotaagung.
Office Boy (OB) di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kotaagung ini, kali pertama ditemukan warga setempat Gepeng (34), Rabu (24/6/2015) sekitar pukul 22.30 Wib.
Pihak keluarga menuturkan bahwa ayah dua anak ini, sempat lima hari tidak pulang ke rumahnya. Sayangnya pihak keluarga yang masih terpukul dan sok, enggan banyak berkomentar.
Kapolsek Kotaagung AKP Asep Abdullah yang berhasil ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan peristiwa tersebut. Diduga, korban sudah meregang nyawa sejak sore hari, namun baru diketahui sekitar pukul 22.30 WIB oleh saksi mata, Gepeng. Sudah sehari-harinya, korban dan rekan-rekannya menghabiskan waktu di gubug milik kakak ipar korban.
“Gubug itu berbentuk panggung dan berukuran cukup besar. Ada beranda luar dan satu ruangan tertutup untuk istirahat. Dari keterangan saksi, selama ini korban tidak pernah tidur di dalam kamar gubug. Biasanya hanya di beranda. Namun sore itu, korban sudah menunjukkan gelagat yang aneh. Seharian murung dan melamun saja. Bahkan menurut saksi, korban sempat mengunci pintu dari dalam sehingga terpaksa didobrak dari luar,” terang kapolsek.
Saat polisi dan Tim INAFIS Polres Tanggamus tiba di TKP, warga yang merasa penasaran berbondong-bondong mengerumuni gubug. Sehingga menyulitkan pemeriksaan. Proses evakuasi jasad pun sempat terkendala, karena cukup lama menunggu keranda. Sebab, lokasi gubug cukup jauh dari pemukiman warga. Kendaraan roda empat tidak bisa menjangkau TKP, hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor.
Ketika ditemukan dalam kondisi tergantung dan kaki menyentuh lantai gubug, korban mengenakan kaos oblong putih dan celana dasar warna hitam. Sementara bagian kepalanya, tertutup kaos berkerah warna merah-putih. Dilihat dari kondisi tubuh dan tanda-tanda yang ada berupa feses yang keluar dari anus, lidah menjulur keluar, dan alat kelamin mengeluarkan cairan, polisi memastikan bahwa korban tewas karena bunuh diri.
“Kalau tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan, tidak ada pada tubuh korban. Setelah kami evakuasi dari TKP, korban kami larikan ke RSUD Islamic Kotaagung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah sekitar pukul 01.15 WIB dinihari, jasad korban dibawa pulang rumah duka untuk dimakamkan,” tandas Asep. (Imron/JJ)









