Harianpilar.com, Bandarlampung – Jadwal even tahunan Lampung Fair (LF) 2015 yang dijadwalkan digelar 1-8 Agustus terpaksa diundur pada tanggal 5-20 September. Pasalnya, Event Organisasion (EO) PT. Panghegar (rekanan pelaksana kegiatan) khawatir jika LF dilaksanakan bulan Agustus, maka angka pengunjung dan pembeli akan menurun, sehingga berdampak pada penghasilan daerah.
Guna menyukseskan even LF, Pemprov akan melakukan terilisasi di kawasan PKOR Wayhalim, seperti warung, karaoke, pondok hingga pedagang batu akik, pada awal Juli mendatang.
“Untuk jadwal itu sepenuhnya ditentukan oleh EO. Mereka menetapkan sesuai perhitungan hasil atau pendapatan selama Lampung Fair. Jadi kita ikut saja,” kata Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Lampung Fahrizal, seperti dikutip dari Website Pemprov Lampung, Kamis (24/6/2015).
Dijelaskan Fahrizal, untuk mensukseskan pelaksanaan LF tahun ini, Pemprov Lampung akan melakukan sterilisasi di kawasan PKOR Wayhalim, tempat terselenggaranya acara tersebut. Dengan menertibkan warung, tempat karaoke, pondok hingga para pedagang batu akik yang menumpuk di jalur dekat lapangan Perak Softboll.
Fahrizal menyebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda Lampung dan juga Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Lampung untuk melakukan sterilisasi tersebut. “Pelaksanannya akan dilakukan pada awal Juli. Semuanya akan ditutup,” kata dia.
Sebelum melakukan penertiban, kata dia, Pemprov Lampung terlebih dahulu menghimbau pedagang untuk mengosongkan kawasan tersebut. Jika tidak dilaksanakan, maka akan dibongkar paksa.
“Tentunya akan kita himbau dulu, tidak perlu pakai cara-cara kekerasan. Tetapi kalau pedagangnya nakal, tentu harus kita tindak tegas,” imbuhnya.
Terkait para pedagang batu akik, Fahrizal menambahkan akan menyiapkan lokasi tersendiri. Sehingga mereka juga bisa ikut berpartisipasi di Lampung Fair tahun ini.
“Kalau pedagang batu akik itu sebenarnya kan tidak mengganggu, hanya tempatnya aja yang tidak beraturan. Jadi nanti akan kita siapkan satu lokasi,” kata dia.
Sementara untuk tema LF tahun ini yakni “Dengan Inovasi Kita Bangun Lampung
“Sehingga setiap stand harus mengutamakan potensi ekonomi dan budaya Lampung. Intinya ini pesta rakyat, kita tentunya akan berusaha agar event ini lebih baik dan lebih sukses dari tahun sebelumnya,” tutup Fahrizal. (Juanda)









