oleh

52 Warga Tanggamus Diduga Keracunan Bubur Sumsum

Harianpilar.com,  Tanggamus – Sebanyak 52 warga di Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling. Para korban mengalami pusing, mual, muntah, diare hingga demam.

Korban terdiri atas 49 warga Pekon Dadimulyo dan tiga orang asal Pekon Banyurip, Kecamatan Wonosobo. Sebagian warga harus mendapat perawatan di puskesmas setelah keluhan muncul beberapa jam usai menyantap bubur tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak cepat dengan mengerahkan tim medis, membuka posko kesehatan, dan mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Seluruh korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir sama, yakni pusing, mual, muntah, diare, hingga demam beberapa jam setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual oleh pedagang keliling.

Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan bertambahnya jumlah korban. Menurutnya, pemerintah pekon bersama petugas kesehatan masih terus melakukan pendataan karena tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang baru melaporkan kondisinya.

“Benar, data sementara ada 49 warga Dadimulyo dan tiga warga Banyurip yang mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan demam,” kata Sukadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bubur sumsum tersebut dijual oleh seorang pedagang berinisial J yang telah berjualan keliling di wilayah Wonosobo selama lebih dari satu dekade. Pada hari kejadian, puluhan warga membeli bubur tersebut pada siang hari sebelum akhirnya mengalami keluhan kesehatan pada sore hingga malam hari.

Beberapa korban yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo di antaranya Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26). Sebagian korban lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung mengirim tim kesehatan ke lokasi. Selain memberikan pelayanan medis, petugas juga melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengetahui sumber penyebab dugaan keracunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov, mengatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secepat mungkin sekaligus mencegah munculnya korban tambahan.

“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk menyisir dan mendata korban serta memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis. Bersamaan dengan itu, dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujar dr. Hernov.

Sebagai bagian dari proses investigasi, tim kesehatan mengambil sampel bubur sumsum yang diduga menjadi sumber keracunan, termasuk bahan baku yang digunakan pedagang. Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. (Rls)

Komentar