Harianpilar.com, Pesawaran – Buruknya kualitas jalan poros provinsi sepanjang 200 KM yang berada di Kabupaten Pesawaran mengundang reaksi keras. Buntutnya, puluhan massa yang gabung dalam Forum Mahasiswa Pelajar dan Pemuda Pesawaran (FPMPP) menggelar aksi unjuk rasa, di Jembatan Gedongtataan, Selasa (12/5/2015).
Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat, ratusan aparat dari kepolisian, TNI dan satuan Polisi Pamong Praja. Dalam orasinya, massa menuntut atas pajak yang telah masyarakat bayarkan selama ini, bahkan pihak Pemkab terkesan membiarkan kondisi jalan rusak yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Meskipun jalan di tiga kecamatan ini merupakan kewengan Pemprov, namun setidaknya Pemda Pesawaran memfasilitasi pembangunan jalan. Sedangkan kita ketahui bersama jalan ini sangat pital dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat,” ungkap Korlap Akis Rasnal, Selasa (12/5/2015).
Diungkap Arsnal, sepanjang 200 KM jalan poros di Pesawaran mengalami rusak parah. Termasuk jalan milik provinsi.
“Sebenarnya ini tanggung jawab siapa dan tugas siapa,” tandasnya.
Permasalahan yang menyebabkan terkendalanya penyelesaian dan penanganan jalan ini santer terdengar akibat minimnya soal anggaran dana perbaikan. Sehingga perbaikan jalan menjadi terkatung-katung.
“Kondisi jalan kabupaten maupun provinsi ini sangat jauh berbeda dengan kondisi infrastruktur jalan di kabupaten lainnya. Dapat ditemui untuk wilayah kabupaten lain jalan lebar dan mulus. Sedangkan di Kabupaten Pesawaran sangat memperhatikan, masih ada jalan yang rusak parah, termasuk jalan dari Waylima menuju Kedondong kondisinya juga sangat parah banyak lubang dan jika hujan penuh lumpur,” tandasnya. (Fahmi/Juanda)









