Harianpilar.com, Pesawaran – Proyek Pembangunan Tanggul Penahan Banjir Desa Padang Manis Kecamatan Way Lima milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran diduga kuat sarat penyimpangan. Sebab, proyek yang menelan anggaran Rp5 Miliar dan dikerjakan PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia itu diduga kuat menggunakan sejumlah material yang tidak sesuai Rencana Belanja Anggaran (RAB).
Pembangunan talud dengan ketinggian sekitar 5 Meter dan panjang sekitar 200 meter itu terkesan asal jadi. Menyikapi masalah itu,Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran langsung turun ke lokasi proyek dan melakukan pengecekan. Dari penelusuran para wakil rakyat itu diketahui proyek untuk mehana banjir itu ternyata menggunakan besi yang ukurannya diduga kuat tidak sesuai ketentuan, begitu juga pada bagian pondasi disinyalir tidak sesuai speksifikasi. Sehingga kualitas dan kekuatannya meragukan.
“Dilihat dari pondasi diduga tidak sesuai spesifikasi. Belum lagi dilihat dari pemasangan besi. Kalo bisa dibilang besi yang terpasang seperti kawat. Inikan talud yang diperuntukkan guna penahan banjir, ya setidaknya baik dari pondasi dan pemasangan besi mesti kokoh.Kalau seperti ini jelas tidak ada kekuatan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Pesawaran, Paisaludin, Rabu (28/3/2018).
Pengerjaan proyek itu, jelasnya, seperti asal jadi dan material yang digunakan tidak sesuai RAB. Padahal anggaran yang digunakan untukproyek itu sangat besar,”Ini sangat kita sayangkan. Proyek yang menyerap dana milyaran rupiah tapi kondisinya seperti itu, tentunya tidak bakal bertahan lama. Mengingat, dilihat dari progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga saat ini, untuk kualitas pekerjaannya patut dipertanyakan,” cetusnya.
Jika pengerjaan proyek seperti itu, lanjutnya, maka talud itu tidak akan bertahan lama dan kekuatannya sangat diraggukan untuk menahan banjir.”Kalau seperti itu yang dirugikan masyarakat, setidaknya pihak BPBD harus lebih intens mengawasi progres pekerjaan. Jangan nanti baru seumur jagung sudah banyak perbaikan,” pungkasnya.
Sementara, pihak BPD Pesawaran maupun rekanan yang mengerjakan proyek itu hingga berita ini di turunkan belum berhasil dikonfimasi.(Fahmi/Maryadi)









