Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie melakukan konsolidasi kemungkinan digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) DPP Partai Golkar, paska KPK menetapkan Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto (Setnov) tersangka kasus korupsi E-KTP.
“Nantinya, saya akan menggunakan SK DPP GOLKAR Nomor : KEP-69/DPP/GOLKAR/XII/2015 masa bakti 2015-2020 tanggal 29 Desember 2015. SK ini ditandatangani Ketua Umum, Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jendral Idrus Marham. SK ini yang akan kami gunakan dan sah menghadapi munaslub,” kata Alzier via ponsel, Sabtu (18/11/2017).
Sehingga, sambungya, hasil keputusan Musdalub DPD Partai Golkar Lampung otomatis tidak berlaku dan kembali ke SK DPP Golkar Nomor KEP-69/DPP/GOLKAR/XII/2015. Misalnya urai Alzier, kesalahan prosedur yang dilanggar adalah tidak dijalankan keputusan musdalub. Termasuk juga di dalamnya sejumlah kebijakan yang diambil formatur.
“Seperti penetapan Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Lampung yang tidak di-SK-kan. Padahal jelas keputusan formatur. Lalu ada lagi penetapan personel pengurus DPD Golkar Lampung yang tak sama dengan keputusan formatur. Belum lagi hasil keputusan musdalub lainnya,” kata Alzier.
Bahkan, Alzier mengaku sudah melaporkan ke sesepuh Partai Golkar Yusuf Kalla, Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid serta Sekjen Idrus Marham.
“Jadi kita tunggu saja, saya yakin ini pasti mendapat respon. Sebab apa yang saya sampaikan adalah fakta yang bisa dibuktikan,” ujar Alzier
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono bicara soal musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) partainya saat sang ketua umum, Setya Novanto, terbelit kasus dugaan korupsi e-KTP. Agung menyebut Munaslub Golkar belum bisa dipastikan waktunya, namun dia berharap agenda ini dapat terselenggara akhir tahun 2017.
“Belum diputuskan (kapan Munaslub), rencananya minggu depan ini diputuskan. Saya berharap Munaslub dapat dilaksanakan akhir tahun ini juga,” ujar Agung kepada wartawan usai memberangkatkan gerak jalan santai dan melantik pengurus Kosgoro Bojonegoro, di Alun-alun Bojonegoro, Minggu (19/11/2017).
Agung mengatakan, Munaslub Partai Golkar harus digelar tahun ini karena tahun depan merupakan tahun politik. Agung menyebut agenda Pilkada 2018 sudah sangat dekat pelaksanaannya. Ditambahkan Agung, Munaslub yang digelar nanti diharapkan dapat memecahkan atau mengakhiri seluruh masalah Partai Golkar, salah satunya terkait kepemimpinan.
“Mengakhiri problem-problem. Ini momen baik. Golkar tampil dipimpin oleh orang yang bersih dan tak punya masalah berdasarkan PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela,” sebut Agung.
Munaslub nanti, kata Agung, tidak hanya membahas ketua pada tingkat pimpinan pusat tetapi hingga struktur di bawah. Agung berharap nantinya anak muda yang memimpin Partai Golkar.
“Kalau bisa (dipimpin) yang lebih muda agar lebih baik, agar Golkar tampil percaya diri dan tetap menjadi harapan masyarakat. Partai Golkar ini partai terbuka, demokratis, dan tidak ada kultus individu. Semuanya berdasarkan sistem,” tandas Agung.
Seperti diketahui, isu Munaslub kembali muncul usai Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Kini Novanto yang sempat ‘menghilang’ itu berstatus tahanan KPK yang dibantarkan di rumah sakit. (Fitri/Mar/Hal)







