Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Lampung untuk segera menertibkan travel perjalanan illegal (gelap) yang mulai marak di Lampung. Terkait hal itu, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung khususnya Bidang Darat dengan Bidang UPTD Bina Sarana Operasional Transportasi saling lempar tanggungjawab.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal mengatakan, Dishub Provinsi Lampung diminta tegas untuk menertibkan travel gelap. Jika masih marak terjadi, jajaran Dishub dibidang terkait perlu dilakukan evaluasi.
Karena pengguna angkutan transportasi publik ini, juga tak lagi melihat jenis kendaraan yang akan ditumpanginya resmi atau tidak, yang terpenting cepat sampai tujuan.
Mantan Sekretaris DPD PDIP ini berharap pihak terkait bisa membentuk tim gabungan melakukan razia travel gelap. Yakni Kepolisian, TNI. Sebab razia itu nanti, sambung Dedi juga jangan membuat resah para penumpang yang ada.
Terkait hal itu, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Evan mengaku soal masalah razia travel, pihaknya mengaku masalah tersebut bukanlah dibidangnya. Namun di bidang UPTD Bina Sarana Operasional Transportasi (BSOT) Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.
“Langsung kesana saja. karena anggarannya dimereka, ” kata Evan, singkat melalui pesan singkatnya, Minggu (13/3/2016).
Namun sebelumnya, Kepala UPTD BSOT Andrianto Wahyudi menegaskan pelaksanaan ada di bidang darat. “Memang kalau anggaran ada dikita, tapi pelaksanaanya di mereka (Bidang Darat),” jelasnya.
Untuk diketahui, travel pelat hitam ini berlangganan nongkrong di Fly Oper Sultan Agung-Korpri, Fly Oper Antasari, bundaran tugu Radin Inten II Rajabasa, dan sepanjang jalan lintas Sumatra arah Palembang dan Bakauheni.
Kendaraan ini berjenis minibus keluaran tahun anyar. Mobil merek Avanza, Xenia, Innova, dan APV.
Aktivitas para sopir dan kernet travel tidak sama seperti angkutan transportasi resmi bus penumpang. Mereka hanya menunggu di pinggir jalan, calon penumpang yang datang. Setelah menyepakati ongkos perjalanan, mereka baru berangkat, kendati tidak merasa khawatir bila travel gelap ini akan berbahaya bagi penumpang di dalamnya. (Fitri/JJ)









