oleh

OJK dan Karang Taruna Lampung Bersinergi Cetak Wirausaha Muda Desa

OJK Gandeng Karang Taruna, Ekonomi Desa Jadi Prioritas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Karang Taruna Provinsi Lampung resmi bersinergi memperkuat ekonomi desa melalui program pembinaan kewirausahaan pemuda.

Langkah ini sejalan dengan program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, “Desaku Maju” , yang fokus membangun ekosistem ekonomi desa mandiri.

Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, menegaskan pembangunan ekonomi tak boleh hanya berpusat di kota. “Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan tidak melulu dinikmati teman-teman di kota,” ujarnya.

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tembus 5,28 Persen

Kinerja ekonomi Lampung 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, di atas rata-rata nasional 5,11 persen dan regional Sumatera 4,81 persen. PDRB Lampung tercatat Rp525,85 triliun, meningkat signifikan dari Rp484,24 triliun pada 2024.

Sektor pertanian masih jadi tulang punggung dengan kontribusi 26,90 persen terhadap PDRB. Angka kemiskinan pun turun menjadi 9,66 persen pada September 2025.

Teori Ekonomi Desa Mandiri: dari Desa, oleh Desa, untuk Desa

Sinergi OJK dan Karang Taruna mengadopsi prinsip desa mandiri desa yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan mengoptimalkan potensi lokal, tanpa bergantung pada bantuan pihak luar.

Melalui pembinaan wirausaha muda, desa-desa di Lampung diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar penerima manfaat pembangunan.

Program Unggulan Gubernur Lampung: Desaku Maju hingga Bed Dryer

Program Desaku Maju menjadi payung kolaborasi ini. OJK berencana memulai program di 30 desa prioritas yang mewakili seluruh kabupaten di Lampung. Program ini terintegrasi dengan berbagai intervensi strategis Gubernur Mirza:

1. Infrastruktur Jalan Desa – Perbaikan jalan desa untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan menekan biaya logistik.
2. Bed Dryer – Alat pengering gabah untuk mengatasi ketergantungan pada cuaca, menjaga kualitas hasil panen, dan meningkatkan nilai jual petani.
3. Vokasi Desa – Pelatihan keterampilan bagi generasi muda desa sesuai potensi lokal, menciptakan inovasi dan lapangan kerja di desa.
4. Kemudahan Investasi – Pemprov membuka ruang seluas-luasnya bagi investor dengan jaminan keamanan, infrastruktur siap, dan SDM melimpah.

Literasi Keuangan: Tantangan dan Peluang

Akses masyarakat Lampung terhadap industri jasa keuangan mencapai 80 persen pada 2025, mendekati target nasional 90 persen. Namun, literasi keuangan masih di kisaran 66 persen.

Survei OJK 2025 mencatat indeks literasi keuangan di desa hanya 59,8 persen, jauh di bawah perkotaan 71 persen.

Melalui keterlibatan pemuda desa dalam wirausaha yang terhubung dengan akses keuangan formal, OJK optimistis literasi dan kemandirian ekonomi desa meningkat merata.

Ketua Karang Taruna Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyambut baik program ini. “Program ini dirancang menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Dengan sinergi lintas sektor ini, Lampung optimistis melahirkan wirausahawan muda desa yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi mandiri dan berdaya saing.

*Penulis Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan

#OJK #KarangTaruna #DesakuMaju #EkonomiDesa #LampungMaju