Harianpilar.com,Bandarlampung- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional mempercepat terwujudnya swasembada pangan melalui kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan petani.
Panen raya di Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan panen serentak di 43 titik di seluruh Indonesia yang dipimpin secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara nasional, kegiatan meliputi panen padi, kedelai, dan tebu yang didampingi tiga matra TNI sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden Prabowo, dalam siaran persnya.
Presiden juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak dalam memperkuat produksi pangan nasional melalui pendampingan kepada petani.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keterlibatan TNI dan Polri selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Lampung. Pendampingan dilakukan mulai dari pengawalan distribusi pupuk, kepastian jadwal tanam, hingga menjaga stabilitas harga hasil panen.
“Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri,” ujar Mirza.
Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan utama di sektor pertanian.
“Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani,” katanya.
Sementara itu, kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan komitmen TNI untuk terus mendampingi para petani sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diyakini menjadi kunci mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (*)









