Harianpilar, com. Bandarlampung- Persiapan Provinsi Lampung menuju pencalonan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXXVII tahun 2032 semakin solid. Langkah ini ditandai dengan koordinasi intensif bersama mitra kerja serta dimulainya seleksi atlet untuk menghadapi ajang PON Beladiri Seri 2 di Manado.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengungkapkan bahwa pihaknya dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama KONI Banten pada 1 April 2026 mendatang.
Pertemuan yang akan berlangsung di Banten tersebut merupakan agenda krusial untuk membahas kesiapan verifikasi yang akan dilakukan oleh KONI Pusat.
Semula, kunjungan direncanakan berlangsung di Lampung, namun mengalami perubahan lokasi demi efektivitas koordinasi kedua daerah.
Kesiapan Lampung sebagai calon tuan rumah akan diuji secara langsung oleh tim verifikasi KONI Pusat yang dijadwalkan berkunjung pada 14 hingga 18 April 2026.
Penilaian ini menjadi indikator vital dalam menentukan kelayakan Lampung menghelat ajang olahraga terbesar di tanah air tersebut.
Di sisi lain, peta persaingan pencalonan tuan rumah kini mengalami perubahan signifikan.
Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang sebelumnya santer dikabarkan akan maju dalam bursa pencalonan, dipastikan mengundurkan diri. Riagus menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari tim penjaringan pusat, kedua provinsi tersebut batal mencalonkan diri dan surat resmi terkait keputusan itu akan segera diterbitkan.
Sejalan dengan ambisi menjadi tuan rumah, Lampung tidak melupakan aspek prestasi atlet. KONI Lampung kini tengah menjaring talenta terbaik untuk diterjunkan pada PON Beladiri Seri 2 di Manado.
Proses seleksi dimulai dengan tes fisik atau pre-test pada April 2026 terhadap tujuh cabang olahraga yang disiapkan. Atlet yang lolos tahap awal akan dikembalikan ke pengurus provinsi masing-masing untuk menjalani pembinaan intensif sebelum menghadapi post-test menjelang keberangkatan.
Meski optimis, Riagus mengakui adanya batasan dalam jumlah cabang olahraga yang dikirim. Hal ini disebabkan belum seluruh cabang olahraga memiliki kepengurusan aktif di daerah, salah satunya adalah Yongmoodo yang dipastikan absen pada ajang kali ini.
Melalui rangkaian persiapan yang komprehensif ini, Lampung optimis dapat membuktikan kapasitasnya, baik sebagai penyelenggara ajang nasional maupun sebagai lumbung atlet berprestasi.(*)









