oleh

Faisol Riza, Santri dan Mantan Aktivis SMID 98 Turut Dipanggil Prabowo

Harianpilar.com, Bandar Lampung  — Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza turut dipanggil ke kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto, Selasa (15/10).

Kehadiran mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Demokrasi (SMID) itu di Rumah Kertanegara semakin menguatkan jika perwakilan dari PKB akan mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

“Mudah-mudahan tenaga pikiran dan waktu yang saya punya bisa membantu pemerintahan yang akan datang,” kata Faisol pada wartawan.

Faisol Riza mengaku diberikan tugas untuk membantu pemerintahan mendatang. Meski begitu, Faisol masih enggan mengungkapkan tugas apa yang diberikan Prabowo kepadanya pada cabinet lima tahun mendatang.

Mantan aktivis era 98 ini meminta kepada semua pihak untuk menunggu pengumuman resmi dari Prabowo Subianto. “Soal posisi atau yang menjadi tugas saya itu pak Prabowo yang akan mengumumkan,” katanya.

Ia mengaku berdiskusi dengan Prabowo mengenai situasi perekonomian masyarakat. Faisol menyebut Prabowo ingin ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari yang saat ini. “Kedua ingin semua masyarakat terlibat menerima manfaat,” ujarnya.

Faisol enggan menjawab jika PKB akan mendapat jatah tiga kursi di kabinet Prabowo. “Saya tidak bisa menjawab saya hanya mendapatkan tugas dari pak Muhaimin (Ketum PKB) sebagai kader,” ucap Faisol.

Untuk diketahui, Faisol Riza yang bernama lengkap H. Faisol Riza, S.S., M.A merupakan salah satu pentolan aktivis reformai yang menggulinglan rezim orde baru. Pria kelahiran 01 Januari 1973 di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini pernah menjabat Ketua Umum SMID era tahun 1998-1999.

Selain berlatar belakang aktivi, Faisol Reza juga santri Pondok Pesantren Nurul Jadid

Alma mater. Kemudian meneruskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan Universitas Indonesia.

Faisol Reza saat ini menjabat Ketua DPW PKB Jambi, Ketua DPP PKB Bidang Olahraga, Kesenian dan Milenial. Juga aktif di Federasi Panjat Tebing Indonesia dan pernah menjabat Ketua Umum FPTI tahun 2015 – 2019.(Ramona)