Harianpilar.com, Bandarlampung – Dibanding kandidat lain, Nanda Indira Bastian dinilai sebagai kandidat calon bupati (Sabup) Pesawaran yang paling siap menghadapi Pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 noberm 2024 mendatang.
Selain telah mengantongi tiga ‘Tiket’ rekomendasi partai politik (Parpol) PKS, PKB dan PPP, Nanda Indira juga diperediksi akan mendapatkan tambahan satu tiket rekomendasi parpol.
Akademisi Universitas Batu Raja, Yahnu Wiguno Sanyoto mengatakan, Nanda Indira Bastian sudah selangkah lebih maju dibandingkan dengan bakal calon lainnya yang sedang bergerilya dan belum tentu mendapatkan tiket rekomendasi.
“Harapannya tentu tiket tersebut tidak berubah atau berkurang, sampai pada saatnya nanti pendaftaran di KPU Kabupaten Pesawaran,” ungkap Yahnu, Senin (8/7).
Bahkan, Yahnu memprediksi Nanda Indira akan mendapat tiket rekomendasi tambahan dari Parpol.
“Dinamika politik ini intensitasnya sangat tinggi, dapat berubah sewaktu-waktu. Jadi sangat memungkinkan Nanda ini akan mendapatkan tambahan kekuatan politik. Partai politik sang suami belum menentukan sikapnya, begitupun dengan partai yang mengantarkan Nanda sebagai calon legislatif terpilih,” ungkapnya.
Terlebih, kara Yahnu, Dendi Ramadhona yang merupakan suami Nanda, diusung oleh kekuatan politik yang sangat besar pada Pilkada 2020.
“Kita juga harus kilas balik, di tahun 2020, suami yang bersangkutan diusung dengan kekuatan politik yang begitu besar. Tidak tanggung-tanggung, koalisinya terdiri dari PDIP, Demokrat, PKB, Gerindra, Golkar, PPP, Hanura, PKB, dan PKS. Jadi bukan tidak mungkin hal serupa juga akan terjadi kembali,” imbuhnya.
Yahnu juga menilai Nanda Indira memiliki peluang yang sangat besar untuk memenangi kontestasi Pilkada Pesawaran 2024.
“Momentum yang dimiliki Nanda saat ini sama persis seperti Pilkada 2020 di Kota Bandar Lampung. Eva Dwiana yang saat itu merupakan istri dari Herman HN memiliki peluang yang besar dan terbukti menang. Ia memperoleh suara terbanyak jika dibandingkan dengan dua kandidat pasangan calon lainnya,” ungkapnya.
Ia juga beranggapan ada peranan Bupati Dendi dalam pencalonan istrinya Nanda Indira sebagai calon bupati Pesawaran.
“Tentu saja, sedikit banyak ada. Yang bersangkutan tentunya masih menempati kedudukan strategis di Pesawaran kan. Sebagai istri bupati yang sedang menjabat tentu saja ia memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh kandidat lain,” terangnya.
Menurutnya, pada momen-momen tertentu ada campur tangan sang suami untuk memenangkan kontestasi istrinya di dalam Pemilihan 2024 mendatang.
“Tetapi karena adanya larangan sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang-Undang Pemilihan peran tersebut tidak ditunjukkan di khalayak ramai,” kata dia.
Terkait wakil, menurut Yahnu, calon wakil kepala daerah yang cocok tentunya yang memiliki visi dan misi yang sama dengan calon kepala daerah.
“Yang bisa saling melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya. Karena memimpin itu membutuhkan kontribusi pemikiran dan tim kerja yang solid, maka calon wakil kepala daerah juga harus memiliki kemampuan perencanaan, kepemimpinan, dan mengerti mengenai seluk beluk tata kelola pemerintahan dari segala aspeknya,” tandasnya.
Terpisah, pengamat politik dari Unila, Bendi Juantara menilai, Nanda Indira Bastian menjadi salah satu kandidat calon bupati Pesawaran yang mengemuka di tengah masyarakat.
Meskipun statusnya sebagai istri bupati aktif Kabupaten Pesawaran, kata Bendi, Indira diyakini tidak sepenuhnya bergantung pada ceruk Dendi efect.
Secara personal, kemenangan dirinya sebagai caleg terpilih DPRD Provinsi Lampung pada pemilu 2024 lalu setidaknya menunjukkan terdapat basis konstituen yang besar di Kabupaten Pesawaran.
“Artinya komunikasi politik yang dilakukannya sejak masa pemilu 2024 diyakini mempengaruhi pemilih. Basis konstituen yang besar ini jelas sebagai modal yang kuat bagi dirinya untuk menarik dukungan koalisi partai politik di Kabupaten Pesawaran,” bebernya.
Karena, lanjut dia, tentu ada kalkulasi dalam memberikan rekomendasi parpol tersebut, salah satunya dilihat dari tingkat keterpilihannya. “Dan saya meyakini rekomendasi parpol akan terus bertambah ya ke indira terutama nanti menjelang di menit-menit pendaftaran,” tegasnya.
Namun demikian dalam konstelasi pilkada pesawaran, kata Bendi, indira memerlukan kandidat wakil yang tidak hanya kuat garis elektabilitasnya, tapi juga mampu membawa ide dan inovasi yang liniear dalam membangun pesawaran kedepannya. “Serta memiliki pengalaman dalam tata kelola pemerintahan,” pungkasnya. (*).









