oleh

Tekan Stunting, Dendi Kolaborasi Baksos Bersama PKK Provinsi Lampung

Harianpilar.com, Pesawaran – Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, bersama Ketua PKK Pesawaran Nanda Indira Dendi dan Ketua PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako serta peralatan dapur kepada warga Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (11/4).

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Lampung ke 59. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan, pelayanan kependudukan, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan penukaran uang pemerikasaan kesehatan.

Di kesempatan itu, bupati mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memberikan perhatian dengan diselenggarakannya kegiatan pada hari ini.

“Terima kasih kepada Provinsi Lampung yang telah memberikan perhatian kepada Kabupaten Pesawaran melalui kegiatan bakti sosial kolaborasi percepatan penurunan stunting di Teluk Pandan, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dimana Kabupaten Pesawaran juga menjadi salah satu Kabupaten prioritas lokus stunting sejak tahun 2020,” kata bupati.

Menurut Dendi, dalam strategi nasional penanggulangan stunting telah ditetapkan 5 pilar pencegahan stunting.

“Antara lain komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa, lalu ketahanan pangan dan gizi, dan terakhir pemantauan serta evaluasi,” imbuhnya.

Selain itu, sesuai peraturan presiden tentang percepatan penurunan stunting diperlukan intervensi dari multisektor untuk pencapaian target nasional 14 persen di tahun 2024.

Untuk itu, kata Dendi, hari ini diadakan kolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan melibatkan multisektor dari pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun Provinsi Lampung.

Dendi juga mengharapkan para kepala UPT Puskesmas untuk dapat menghimbau bidan desa dan petugas gizi puskesmas agar bersama-sama dengan kader di masing-masing desa untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting.

“Yaitu Balita yang 2 bulan berturut-turut berat badan tidak naik, balita dengan gizi kurang dan gizi buruk, balita penderita TBC kronis, Balita dengan gangguan metabolism,” harapnya.

Lalu harapannya kepada para camat, agar memfasilitasi dan mengkoordinir desa di wilayah kerjanya untuk memastikan kegiatan penurunan dan pencegahan stunting di tingkat desa teralokasi melalui dana desa melalui 5 paket layanan pokok yaitu Layanan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi dan air bersih serta layanan pendidikan anak usia dini.

Di sisi lain, Riana Sari Arinal berharap kegiatan ini menjadi bukti bahwa menurunkan stunting merupakan tanggung jawab bersama, tidak cukup hanya pada sektor kesehatan, namun perlu keterlibatan lintas sektor dan masyarakat secara konvergen.

Di tengah sambutannya, Riana Sari menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas Rencana Pembanguna Daerah dan serius mengupayakan penurunan stunting ditahun 2024 sebesar 14%, dimana saat ini berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 Prevalensi Stunting Provinsi Lampung mencapai 15,2%.

Riana juga mengatakan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung bersama dengan OPD terkait membuat program Desa Model Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Serta konvergensi penanganan dan pencegahan stunting di 15 kabupaten/Kota yang diberi nama DESA SIGER (bebas StuntinG, pEduli anak, dan ramah peRempuan).

“Desa model ini, diharapkan akan menjadi contoh ideal kelembagaan atau kegiatan yang seyogyanya ada di dalam suatu desa sebagai satuan unit pemerintah terkecil. Pada tahun 2022 Desa SIGER Kabupaten Pesawaran di Desa Cipadang dan Tahun 2023 ini di Desa Harapan Jaya,” timpalnya.

Tak lupa juga ia sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati beserta seluruh jajaran dan seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi penguatan dan penyemangat Kabupaten Pesawaran untuk menurunkan angka prevalensi stunting bahkan menjadi kabupaten bebas stunting.

Turut hadir dalam acara, Walikota Metro, Dr. H. Wahdi Sirajudin, Direktur Analisa Dampak Kependudukan BKKBN Pusat, Dr. Faharuddin, S.ST.M.Si., Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Kepala Bank Indonesia perwakilan Lampung, Direktur Bank Lampung, Kepala BKKBN Prov. Lampung, dan para pejabat di lingkungan Pemprov Lampung serta jajaran Pemkab Pesawaran dan Forkopimda Kabupaten Pesawaran. (*).