oleh

Lantik 36 Pejabat, Winarti Minta Pejabat Sosialisasikan Program BMW

Harianpilar.com, Tulangbawang – Bupati Tulangbawang Winarti melantik dan mengambil sumpah 36 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas, di Aula Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Tiuh Tohou, Kecamatan Menggal, Selasa (5/7).

Dari 36 Pejabat yang dilantik yaitu, Eselon 2 sebanyak 7 orang, eselon 3 sebanyak 22 0rang dan eselon 4 sebanyak 7 orang.

Dalam kesempatan itu, Winarti mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan hal yang biasa. Sebagai bentuk penyegaran dan promosi pegawai untuk jenjang karir.

Menurut Winarti, pelantikan ini merupakan hasil lelang jabatan. Pelantikan juga telah mendapat restu dari KASN.

Ia meminta kepada para pejabat yang dilantik untuk bekerja secara profesional, amanah dalam menjalankan tugas dan diharapkan segera beradaptasi.

“Terus bekerja dengan baik, mengabdikan diri dengan sepenuh hati, tanggung jawab dan bekerja penuh loyalitas serta profesionalitas tinggi, yakin saja kelak akan menjadi anugrah dan barokah buatmu dan keluarga,” harapnya.

Dalam pesanya, Winarti meminta pejabat bekerja sesuai dengan regulasi.

“Jangan ingin menjadi sempurna di depan Bupati atau pimpinan. Jadilah orang yang selalu bekerja sesuai dengan regulasi dan selalu gotong royong,” pesan Winarti.

Para pejabat yang dilantik serta seluruh ASN Tulangbawang juga diminta oleh Winarti untuk terus mensosialisasikan 25 program Bergerak Melayani Warga (BMW), yang manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.

Winarti mencontohkan, dengan gotong royong bersama Kabupaten Tulangbawang pada Tahun 2021 meraih indeks MCP terbaik di Lampung. Bahkan menempati peringkat empat terbaik nasional dengan indeks 89.58.

MCP merupakan monitoring capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, di bidang pelayanan kesehatan. Dengan gotong royong bersama angka stunting Tulangbawang Tahun 2021 turun hanya menjadi 9,5 persen. Termasuk dalam 5 besar nasional terbaik dalam penurunan kejadian stunting.

Bahkan angka tersebut dibawah rata-rata stunting nasional sebesar 24,4 persen. Sementara angka rata-rata stunting di Lampung sebesar 18,5 persen.

Di bidang pelayanan publik, lanjut Winarti, dengan gotong royong pelayanan publik Tulangbawang terus berproses.

“Alhamdulilah yang tadinya berada di zona merah, sangat buruk di Lampung, sekarang menjadi zona hijau dengan nilai tertinggi di Lampung. Ini penilaian dari Ombudsman. Ini berkat kerja keras dan gotong royong bersama,” paparnya.

Kabupaten Tulangbawang, saat ini terus berbenah sebagai Kabupaten Layak Anak. Hal tersebut juga berkat gotong royong bersama. (*)