Harianpilar.com, Pesawaran – Dituduh mencuri ikan di kolam, Iqbal (8) siswa kelas 2 sebuah SD di Kedondong dianiaya guru agama MAN Kedondong, Siharudin. Diketahui Siharudin, merupakan adik kandung Kepala Kemenag Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi dan juga sebagai guru di MAN Kedondong ini, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib. Lantaran keluarga korban melapor peristiwa tersebut ke Polres Pesawaran.
Berdasarkan pengakuan Ropi, kakek Iqbal. Dilaporkannya Siharudin tersebut lantaran dirinya tidak terima atas perlakukan yang dilakukan Siharudin terhadap warga Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran itu.
Dimana cucunya yang masih berusia 8 tahun tersebut telah diperlakukan tidak berprikemanusiaan, dengan diseret hingga terluka karena dituduh mencuri ikan milik Siharudin. .
“Ceritanya cucu saya dari sungai mencari ikan dengan membawa sair atau irik lewat belakang rumah Siharudin, namun entah mengapa tiba-tiba dituduh mencuri ikan. Dan oleh Siharudin cucu saya ini langsung dibuka bajunya lalu diseret sampai dijalan raya dan didenda ikan 10 kilo. Cuma ga kita ganti, karena anak ini ga mungkin melakukan perbuatan itu,” terang Ropi kakek Iqbal, Rabu (02/8/2017).
Atas perbuatan itu, pihaknya mengecam Siharudin, yang mana selain latar belakang Siharudin adalah seorang guru agama, juga sebagai ketua yayasan dan juga pemilik pondok pesantren.
“Seharusnya dia itu ga seperti itu terhadap cucu saya, dia itu kan ahli agama. Dan yang kita ga terima cucu saya itu diseret dan diperlakukan seperti hewan. Kalau dipikir secara logika anak umur 8 tahun ga mungkin mempunyai pemikiran sejauh itu. Anak itu kan masih kecil, baru naik kelas II SD tahun ini,” paparnya.
Terkait persoalan ini pihaknya berharap kepada Polres Pesawaran agar menindak tegas kepada pelaku penganiayaan cucunya tersebut sesui dengan Undang-undang yang berlaku. “Atas dasar itulah, kita lapor ke Polres Pesawaran, karena kita disini sudah dibikin malu. Kita minta Siharudin itu ditindak tegas sesuai undang-undang, apa lagi korbanya cucu saya ini masih anak-anak takutnya dia trauma,” ucapnya.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Farid Wajedi, kakak kandung Siharudin. Menurut Kemenag Pesawaran, Farid Wajedi, apa yang telah dilakukan adiknya terhadap Iqbal lantaran korban ketahuan telah mencuri ikan milik adiknya.
“Iqbal itu sebetulnya bukan dianiaya, cuman ditarik bajunya adik saya dan terjatuh, sehingga badannya lecet. Itulah yang menjadi dasar mereka lapor ke Polres,” ujar Farid Wajedi, saat ditemui didepan Mapolres Pesawaran, Rabu (02/8).
Dia menjelaskan, jika sebenarnya permasalahan Iqbal dan adiknya itu sudah selesai ditingkat desa. “Masalah ini sebetulnya sudah selesai dibawah, kita sudah panggil orang tuanya untuk berdamai dan jangan sampai perbuatan Iqbal itu dulang lagi, tapi kok ini mereka tetep masih lapor ke polres,” sesalnya.
Sementara itu saat disinggung soal kapasitas dirinya selaku Kemenag bisa ada di Polres Pesawaran terkait persoalan Siharudin ini, dikatakannya dirinya hanya sebatas mendampingi adiknya. “Disini saya hanya mendampingi adik saya, bagimana juga itu adik saya,” jelasnya.
Sedangkan menurut Polres Pesawaran, saat ini Siharudin masih dimintai keterangan. “Tadi sudah kita jemput Siharudin dan saat ini sedang dimintai keterangan,” ungkap Bayu, anggota Polres Pesawaran. (*)









