oleh

Banyak Kekurangan, FK tidak Libatkan Daerah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Banyaknya kekurangan dalam penyelengggaraan Festival Krakatau (FK) 2016, diakui pihak Pemprov Lampung, padahal kegiatan tahunan itu telah disokong dengan angggaran miliaran rupiah. Salah satu penyebab tidak maksimalnya penyelenggaraan FK akibat tidak dilibatkannya pihak daerah.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Sutono menilai, dari pegelaran FK 2016 masih kurang melibatkan banyak pihak dari kabupaten/kota dan masyarakat. Sehingga aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi sangat diperlukan demi perayaan yang lebih meriah kedepannya.

“Pekan ini kita evaluasi dari festival kemarin. Memperhatikan saran-saran masyarakat dan komponen daerah untuk membangun bersama. Karena festival krakatau kedepan harus meriah dengan melibatkan banyak orang,” ujar Sutono melalui telepon selulernya, Minggu (4/9/2016).

Menurutnya, pelibatan setiap kabupaten/kota, pengusaha, dan masyarakat harus diperhatikan lebih matang, agar sejak awal hingga akhir acara bisa meriah.

“Kemarin memang ada kelebihan dan kekurangan, harusnya melibatkan para pihak yang ebih besar. Informasi ke masyarakat juga harus diperbanyak, karena festival ini pengarahannya ke masyarakat, jadi masyarakat bisa tahu Gunung Krakatau,” katanya.

Terpisah, Tenaga Ahli Pariwisata Provinsi Lampung, Idrus Jaendar Muda mengatakan, Festival Krakatau ini seharusnya bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat Lampung tentang Gunung Krakatau, sehingga tumbuh Sense of belonging dengan terus mengembangkan wisatanya.

“Selama ini sudah seratus tahun lebih Krakatau ini seakan akan miliknya Provinsi Jawa Barat dan Banten. Ya kalau orang Lampung itu merasa kalau Krakatau ini milik mereka, ya dikasih liat dong mau diapain objek wisata itu. Jadi tujuan utama Festival Krakatau ini adalah agar semakin banyak orang Lampung tau dengan Krakatau, Krakatau itu miliknya orang Lampung,” ujarnya.

Menurut Yuskas, membicarakan hal pariwisata, faktor yang sangat penting untuk diperhatikan ialah akses untuk menuju objek wisata tersebut. Dia menilai, hingga kini akses menuju Gunung Krakatau masih terbilang minim, sehingga jumlah pengunjung masih terbilang sedikit. (Fitri/JJ)