Harianpilar.com, Lampung Selatan – Niat hati ingin ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-71, Ponimin bin Pratio (56) warga Dusun Sumber Wangi, Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan harus meregang nyawa saat mengikuti pertandingan sepak bola.
Menurut Kepala Desa Marga Jasa Bagio saat mengatakan, bila jenazah Ponimin dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (18/8/2016). Pemakaman dilangsungkan atas permintaan pihak keluarga, karena sebelumnya sudah menerima, kepergian Ponimin ditengah mengikuti pertandingan sepak bola antar RT di Dusun Sumber Wangi.
“Ya, pihak keluarga sudah tidak mempermasalahankan atas meninggalnya salah satu kerabatnya. Dan mereka meminta, agar jenazah dimakamkan pada hari ini dan tidak menuntut pihak panitia,” kata Bagio, Kamis (18/8/2016).
Dia juga menambahkan, kematian Ponimin terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (17/8/2016) saat sedang mengikuti pertandingan sepak bola, tak lama setelah Ponimin melakukan selebrasi, usai mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Pihaknya memperkirakan, Ponimin mengalami kelelahan selama mengikuti perlombaan tersebut. Sehingga menyebabkan dirinya langsung terjatuh dan meregang nyawa. “Saat itu, dia mencetak gol, mungkin korban sangkin senangnya dia berlari-lari untuk melakukan selebrasi. Nah, pas tengah lapangan jatuh ke arah belakang dan langsung meninggal dunia,” tambah Bagio.
Bagio juga melanjutkan, pasca terjadinya peristiwa itu, pihak panitia langsung membubarkan pertandingan antara RT II melawan RT I di dusun setempat. “Pas ketahuan meninggal, pertandingan langsung dibubarkan. Tapi untuk hari ini pertandingan lainnya tetap dilaksanakan karena semuanyakan sudah terjadwal,” lanjutnya.
Sementara itu menurut, Camat Sragi Suwardi saat ditemui di areal perkantoran bupati Lampung Selatan mengatakan, bila Ponimin tidak memiliki riwayat penyakit mematikan. Namun, ia pemperkirakan, kematian Ponimin kerana kelelahan yang teramat, karena sebelumnya Ponimin tidak pernah mengikuti kegiatan olahraga di kampungnya.
“Dia ini jarang terlibat dengan kegiatan olahraga di kampung. Nah, sekali turun olahraga berat, sepak bola. Karena kelelahan, mungkin detak jantungnya tak beraturan dan langsung terjatuh dilokasi,” kata Suwardi. (Saiful/Mar)









