Harianpilar.com, Bandarlampung – Hearing yang digelar Komisi V DPRD Provinsi Lampung terkait penutupan SMKN 9 Bandarlampung berakhir deadlock, pasalnya pihak Dinas Pendisikan (Disdik) kota Bandarlampung tidak mampu menguraikan persoalan yang menyebabkan SMKN 9 dibubarkan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandarlampung Suhendar Zubeir saat dicecar pertanyaan dari sejumlah anggota komisi V yang hadir, ia hanya teRfokus pada penjelasan yang dipaparkannya, justru tidak menggubris pertanyaan yang dilontarkan.
“Memang sidang ini masih berproses, maka belum ada keputusan resmi secara tertulis, nah selama proses ini harus tetap dijalankan dalam konteks koridor penataan. Maka dari itu saya bisa katakan sekolah itu belum ditutup, ya karena sekolah itu masih berjalan permasalahannya sekolah ini kan masih sekolah persiapan dan mekanisme pendirian sekolah kejuruan itu kan diharuskan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, dan pendirian SMK ini sebelumnya bertujuan hanya untuk menampung PPDB biling SMK 4 yang saat itu overload . Dalam kontek penataan kami akan mengalokasikan para siswa yang berjumlah 193 ini ke SMK 4,” papar Suhendar, usai hearing, Jumat (10/6/2016).
Di tengah perdebatan terseeut, Kadisdik Provinsi Lampung Hery Suliyanto mengatakan, solusi terbaik dalam problema pembubaran SMKN 9 tersebut, jika bersedia pihak Pemkot baiknya mengajukan proposal agar didirikan SMP oleh Pemprov, dengan syarat SMKN 9 tetap berdiri.
“Bahwa pada tahun 2017 nanti, kalau bersedia ajukan ke provinsi minta dibangunkan SMP, tetapi SMK 9 tetap berjalan, ajukan saja propoaal nanti kami bantu pasti,” kata Hery.
Tidak adanya kelanjutan dalam debat pendapat tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung Khaidir Bujung mengatakan semua keputusan ada di tangan Pemkot Bandarlampung, Provinsi meminta agar pihak sekolah mengikuti proses yang ada .
“Kita minta mereka mengikuti dulu, karena semua kewenangan ada di pemerintah kota Bandarlampung , dan jika sudah lewat pertanggal 1 Oktober kita bisa mengatur lebih kepastiannya sekolah ini, tapi ya harapannya sebelum 1 Oktober sudah clear,” ujar Bujung. (Ramona/Juanda)









