oleh

Mahasiswa IAIN Tantang Mukri Dialog di Kuliah Umum

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Denma) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, menantang Rektor IAIN Raden Intan Lampung Prof. Muhammad Mukri, untuk berani berdialog dengan mahasiswa, saat menggelar Kuliah Umum dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang akan menghadirkan Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin, sebagai pemateri, hari ini Rabu (25/5/2016).

Ketua Denma Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Agis Dwi Prakoso mengatakan, pihaknya sangat mendukung mendukung adanya kuliah umum yang pematerinya adalah Bapak Kapolda Lampung Ike Edwin.

Namun, dirinya mengkhawatirkan jika kuliah umum ini digelar untuk mendoktrin mahasiswa untuk tidak melakukan aksi demo.

“Bagus menurut saya,  mendukung sekali.  Tapi yang saya takutkan dari kuliah umum ini isinya dapat mendoktrin mahasiswa agar tidak melakukan aks-aksi seperti sebelumnya. Padahal hal-hal atau tuntutan-tuntutan  yang kami sampaikan untuk kepentingan orang banyak,” ucap Agis, ditemui di lingkungan Fakultas Dakwah, Selasa (24/5/2016).

Diungkapkannya, jika doktrin ini sudah meluas di kalangan mahasiswa, diduga dilakukan para dosen-dosen Kampus IAIN Raden Intan Lampung, saat jam kuliah berlangsung dengan nada pengancaman.

“Ini saya bukan cerita bohong ya, di kelas-kelas ini mahasiswa didoktrin oleh dosen-dosennya untuk tidak melakukan aksi serupa, tidak turun ke jalan. Karena banyak ancamannya yang pertama nilai yang diancam, yang kedua ngapain kalian ikut-ikut begituan tugas kalian itu kuliah bukan ikut-ikut aksi tidak penting.  Seperti itu lah banyak sebenarnya pengancaman dari dalam itu,” ungkapnya.

Agis juga mengajak para peserta kuliah umum membedah persoalan yang selama ini terjadi di IAIN, hingga mendorong pergerakan mahasiswa.

“Kalau pihak birokrasi berani silahkan mengklarifikasi apa yang terjadi belakangan ini di kampusnya, mengapa bisa melakukan tindakan refresifitas kepada mahasiswanya, mengapa juga pihak kepolisian bisa main tangan dengan saudara kami sampai memar dan patah kaki. Jangan hanya bungkam,” tantangnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Akademik dan Kemahasiswaan Ajis mengungkapkan, bahwa kuliah umum yang digelar merupakan salah satu tujuan menetralisir aksi mahasiswa yang belakangan memuncak anarkis .

“Sebenarnya barangkali maksud Kapolda ingin menyampaikan bagaimana sih etikanya orang berdemonstrasi versi Polda.  Ya selama ini bisa dilihatlah bagaimana massa mahasiswa berdemo apakah ada etikanya dengan menyebut-nyebut rektor goblok, pimpinan rektorat bodoh,  dan lain sebagainya. Apa patut seperti itu dikatakan beretika,” tegas Ajis.

Terkait tuntutan mahasiswa yang meminta rektor mundur dari jabatannya, Ajis menilai itu tidak ada urgensinya dengan aksi mahasiwa tersebut.

“Tidak semudah itu apa urgennya dan masalahnya apa, apakah rektor korupsi.  Kalau pandangan mahasiswa ada yang mengganjal bisa dibicarakan dengan duduk bersama,” jelasnya. (Ramona/Juanda)