oleh

Sadis, Mayat Perempuan Dikubur di Septic Tank

Harianpilar.com, Mesuji – Warga C 2 Desa Wirajaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan separuh baya yang terkubur dalam Septic Tank (Tabung WC) pada Selasa (24/05/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. Mayat wanita yang diketahui bernama Jaroah (40) diduga dibunuh oleh suaminya sendiri karena cemburu buta lantaran istrinya diduga ada main dengan laki-laki lain.

Hasil pantauan di lokasi kejadian, nampak jelas pembongkaran mayat korban yang di kubur dalam tabung wc tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Petugas memasang garis police line di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara kondisi mayat sudah membengkak dan membusuk. Dugaan sementara jasad korban tertanam di dalam sopsitank selama 2 minggu.

Kapoles Mesuji AKBP. P. Puji Sutan S.IK melalui Kapolsek Tanjungraya AKP. Kurmen Rubiyanto menggatakan, hingga kini aparat Kepolisian Resort Mesuji masih mendalami kasus ini.

Apakah korban sengaja dibunuh dan dikubur oleh suaminya atau ada motif lain yang membuat suaminya secara brutal membunuh istrinya sendiri.

“Sejauh ini kita masih lakukan pemeriksaan insentif di RS terdekat, jika telah selesai selanjutnya akan diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan,” jelasnya.

Dikatakan Kurmen, penemuan mayat wanita bernama Jaroah (40) di dalam septic tank rumahnya sendiri di Desa Wirajaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, ini lantaran adanya laporan dari kepala Desa Wirajaya bahwa korban sudah hampir dua minggu tidak terlihat oleh keluarga, sehingga aparat kepolisian dan warga melakukan pencarian di mulai dari rumah korban.

“Anggota kita mencurigai bahwa ada beberapa jejak darah di sekitar rumah seperti di lantai serta di kulkas. Lalu anggota melakukan penelusuran di sekitar rumah dan bau tidak sedap tersebut lah kita coba periksa. Ternyata ada bekas bobokan pada septic tank dan menemukan korban berada di dalamnya,” ujar Kurmen.

Ketika ditanya apa motif pembunuhan sendiri, Kurmen belum bisa menyimpulkan apa motif dalam pembunuhan itu. Tetapi ada beberapa kecurigaan yang mengarah kepada sang suami dikarenakan pada saat penemuan mayat yang bersangkutan tidak ada di lokasi kejadian.

“Kalau untuk motif sendiri kita belum bisa menyimpulkan biar nanti dikembangkan lebih lanjut. Namun kecurigaan ada yaitu kepada sang suami bahwa saat penemuan korban dirinya tidak ada di tempat,” jelasnya.

Sementara itu kondisi mayat saat diangkat dari dalam septci tank terdapat luka lebam di ubun- ubun serta dahinya sudah membusuk. Dan mayat dievakuasi serta di autopsi di Puskesmas Tanjungraya untuk hasil autopsi sendiri masih dalam pemeriksaan.

“Hasilnya belum bisa kita pastikan. Yang jelas terdapat luka lebam di sekitar kepala ubun ubun dan dahinya. Namun hasil lebih lanjut belum bisa kita beberkan karena masih dalam proses pemeriksaan,” jelasnya.

Kepala Desa Wirajaya Mariyanto mengatakan, bahwa dirinya melaporkan ke pihak yang berwajib korban hilang sudah dua minggu ini. Dan dirinya mengajak warga unyuk turut membantu mencari korban agar bisa ditemukan.

“Saya melaporkan ke kepolisian bahwa warga saya sudah hampir dua minggu lebih tidak ada di rumah. Sementara korban baru saja pulang dari merantau. Sebelumnya korban terlibat cekcok mulut dengan sang suami setelah itu kami tidak mengetahui korban dan sang suami kemana. Saya berinisiatif untuk mengajak warga mencari korban dan melaporkan kepihak yang berwajib,” tandasnya. (Sandri/Juanda)