Harianpilar.com, Bandarlampung – Belum adanya kejelasan soal kasus dugaan Mall Praktek di RS Mitra Husada, Kabupaten Pringsewu, mendapat sorotan tajam dari sejumlah lembaga. Terlebih, hingga kini penanganan kasus ini terkesan dipetiesekan.
Untuk itu, Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Garda Aksi), hari ini Kamis (12/5/2016) menggelar aksi unjuk rasa di RS Mitra Husada.
Dalam aksinya, Garda Aksi medesak aparat penegak hukum untuk membongkar kasus dugaan mall praktek yang telah 3 pasien hingga meninggal dunia.
“Aksi kali ini, Kami Garda Aksi meminta Pemkab Pringsewu untuk segera ijin RS Mitra Husada,” tegas Ketua Umum Garda Aksi Dairobi, SPd, saat mengunjungi kantor Harian Pilar, Rabu (11/5/2016).
Selain itu, kata Robi, pihaknya juga meminta Polda Lampung segera mengkaji dan memberikan sanksi hukum kepada pihak managemen R.S Mitra Husada, juga meminta kepada R.S Mitra Husada untuk bertanggung jawab secara hukum dan moral kepada publik terkait buruknya pelayanan, juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk sama-sama pantau pelayanan di r.s mitra husada,agar tidak terjadi kelalaian.
Dijelaskan Robi, pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan faktor utama yang diharapkan masyarakat atau publik, baik atau buruknya citra dari rumah sakit tersebut tergantung dari bagaimana sistem dalam mengelola pelayanan.
“Hal ini sangat serius kita bicarakan, dikarenakan pengelolaan standar oprasional rumah sakit terletak dari pelayanannya, baik pasien rawat jalan atau pasien rawat inap. Hal ini sering kita dengar di telinga kita, apakah rumah sakit tersebut sudah memberikan pelayanan sepenuhnya kepada masyarakat atau hanya logo atau iklan yang sengaja dibungkus, namun di dalamnya memberikan citra buruk bagi masyarakat. Mari kita tengok atau kita bongkar pelayanan rumah sakit Mitra Husada,” ungkapnya.
Ditegaskannya, tiga pasien yang meninggal dunia di RS Mitra Husada tersebut merupakan gambaran jika buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, sehingga perlu ditinjau kembali standar opersional hingga perijinannya.
“Perlu kita kritisi dan kita aspirasikan terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit tersebut, baik standar oprasional dan perizinan rumah sakit serta dokter-dokter ahli yang bekerja di rumah sakit tersebut. Dengan rumah sakit swasta berkelas lokal dan bertaraf nasional, hal ini menjadi cidera bagi pasien yang dirawat, sehingga mengakibatkan 3 jiwa manusia meninggal secara beruntun,” ungkapnya lagi.
Untuk itu, kata Robi, pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan mall praktek di RS Mitra Husada ini, sehingga ke depan kejadian mall praktek seperti ini tidak lagi terjadi.
“Ya kami akan kawal kasus mall praktek di RS Mitra Husada ini sampai tuntas,” tegasnya. (Juanda)









