oleh

Polisi Dalami Penembakan Nurozi

Harianpilar.com, Tanggamus – Polres Tanggamus kini sedang mendalami kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Nurozi (23), warga Pekon Pejajaran, Kecamatan Kotaagung Barat, Tanggamus. Peristiwa ini terjadi di kediaman korban pada Sabtu (7/5/2016), sekira pukul 01.00 WIB.

Menurut Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, pihaknya saat ini sedang mendalami motif dan para pelaku kasus tersebut. Berkenaan dengan rumor bahwa komplotan bersenjata api ini berhasil menggondol uang tunai Rp50 juta dan perhiasan belum bisa dipastikan benar. Hal itu karena Imron, pemilik rumah sekaligus korban juga belum melaporkan mengenai kerugian tersebut. “Jika kerugiannya sebanyak itu seharusnya sudah dilaporkan sejak awal. Namun mengenaidua2 buah ponsel yang dirampas itu memang benar adanya sudah dilaporkan,” kata Kapolres didampingi KBO Reskrim Ipda Insan Husaini, Senin (9/5/2016).

Polres Tanggamus juga sedang mendalami senpi yang digunakan para pelaku serta melakukan olah TKP. “Saat kejadian malam itu, ada salah satu pelaku yang menembakkan senpinya secara membabi buta. Sehingga ditemukan selongsong berikut proyektil pada kamar Imron dan akan diuji balistik,” katanya. Kapolres menjelaskan menurut pihak RSUAM Bandarlampung, Nurozi yang ditembak dua kali dibagian perut dinyatakan meninggal. Nyawanya tidak berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi mengeluarkan proyektil.

Diduga komplotan ini berjumlah 8 orang, 6 pelaku mendatangi rumah korban dan sisanya menunggu di mobil minibus. Kapolres Tanggamus mengimbau kepada pihak keluarga dan masyarakat untuk bersabar karena pihak kepolisian akan bekerja seoptimal mungkin. “Kepada warga yang melihat kejadian ini kami minta bantuannya untuk memberikan kesaksiannya,” harapnya.

Sementara itu, menurut kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, saat pelaku berhasil masuk rumah langsung berupaya melumpuhkan seisi rumah yang berjumlah 7 orang. Ketika memasuki kamar Imron, sempat terjadi perkelahian dan pelaku menembakan senjata. “Korban ini terbangun karena ada keributan. Nah waktu dilihat ibunya sedang ditodong senjata, korban berupaya memberikan perlawanan dan ditembak perutnya,” terangnya. (Ron/Mar)