Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kasus penyakit tuberkulosis (TB) di Kabupaten Lampung Selatan hampir merata di beberapa kecamatan kabupaten tersebut. Bahkan mencapai diangka 1.400 kasus tercatat di PD Aisyiyah Lampung Selatan.
Wakil Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Lampung Selatan Titik Sutriningsih mengatakan, terdapat kurang lebih 1.400 kasus penyakit TB di sejumlah kecamatan. “Dari jumlah itu di Lampung Selatan, yang sembuh mencapai 82 persen, yang meninggal atau gagal berobat sekitar 4 persen. Sisanya proses pengobatan,” kata Titik saat diwawancarai disela kegiatan seminar daerah dalam rangka TB-Day yang berthemakan “Kebijakan pemerintah meningkatkan peran penanggulangan TB-HIV di Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (10/05/2016) di gedung Dakwah Muhammadiyah Kalianda.
Dia melanjutkan, pihaknya sampai saat ini masih terus berpokus penanganan atau penanggulangan penyakit TB di 10 kecamatan yang termasuk, cukup banyak warga penderita penyakit TB. “Saat ini, kita berfokus penanganan penyakit TB di Kecamatan Bakauheni, Rajabasa, Palas, Waypanji, Ketapang, Sragi, Sidomulyo, Kalianda, Candipuro dan Waysulan. Bukan dalam artian kecamatan lainnya tidak ada, namun saja kita berfokus dikecamatan itu,” lanjutnya.
Disinggung mengenai jumlah kader dalam hal penanganan penyakit TB tersebut. Titi mengaku, mengalami kekurangan. “Idealnya, 1 desa 5 kader. Namun sampai sekarang ini, kita kekurangan banyak. Kita baru punya 48 kader ditambah 28 orang dari tokoh-tokah agama, serta bermitra dengan Komisi Perlingdungan Anak (KPA) yang tersebar dibeberapa diseluruh wilayah kecamatan,” tambahnya.
Dikatakannya, penyakit TB dapat diatasi dengan pola pengobatan secara bertahap jika ada keterbukaan dari sipenderita. Namun pada kenyataannya, masyarakat merasa malu jika menderita penyakit tersebut. “Ini salah satu sulitnya pemberantasan penyakit ini. Maka dari itu, mari kita hilangkan stigma rasa malu terhadap penyakit ini. Untuk diketahui, penyakit TB lebih berbahaya dari penyakit HIV, karena penularannya cukup cepat,” tukasnya.
Untuk diketahui, jenis dan Karakteristik Penyakit TBC ada 3 jenis Tuberculosis. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Penyakit TBC paru, diantaranya Jenis TBC Paru, salah satunya adalah batuk berdahak terus-menerus selama kurang lebih tiga minggu. Selain itu, penderita berkeringat pada malam hari dengan alasan yang kurang jelas (tanpa melakukan aktivitas fisik). Selama itu juga badan akan terasa semakin melemah dan nafsu makan menurun. Dada penderita juga akan terasa sesak dan nyeri serta batuk yang diderita lama kelamaan akan disertai darah. Sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter jika anda menemukan gejala ini pada diri atau anggota kelurga anda.
Penyakit TBC tulang, memiliki ciri khas selain ciri umum TBC; penderita biasanya merasakan pegal-pegal dan nyeri pada tulang. Sendi-sendi yang sakit terlihat bengkak dan penderita merasa sulit bergerak. Selain itu, daerah kulit di mana tulang diserang akan terlihat berwarna merah kebiruan seperti terdapat memar. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat berakibat kelumpuhan.
Selanjutnya, Tuberkulosis Kelenjar, penyakit TBC kelenjar menyerang area kelenjar getah bening pada tubuh dan bagian seperti pada leher, ketiak, atau lipatan paha. Meskipun gejalanya sama seperti batuk dan berkeringat dingin, tipe Tuberculsos ini menimbulkan benjolan pada daerah-daerah yang rawan terkena TBC. Benjolan awalnya berukuran kecil; namun, jika dibiarkan akan terus membesar.
Sementara itu Wakil Bupati Lampung Selatan nanang Ermanto usai memberikan sambutan dan membuka resmi seminar TB-Day tersebut, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, dalam rangka penanggulangan penyakit TB di Lampung Selatan, kegiatan sejenis seminar mengenai TB salah satu upaya pencegahan. Sebab pada seminar yang dikhususkan membahas mengenai penyakit TB terkait mekanisme pengobatan, pencegahan penyakit TB dalam sesi penjelasan dan tanya jawab.
“Saya kira, pada seminar inilah salah satu upaya pencegahan penyakit TB. Karena, dalam seminar ini akan mencari solusi-solusi tepat dalam penanganan penyakit TB. Kita lihat peserta seminar, ada Kepala Dinas Kesehatan, lembaga-lembaga khusus dalam penanganan kesehatan masyarakat. Pada initnya, pemerintah antusias dengan acara seminar ini,” katanya. (Saiful/Mar)









