Harianpilar.com, Tanggamus – Anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus, Senin (9/5/2016) meninjau lokasi ambruknya jembatan Pehabung Karang Pekon Suka Banjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus akibat banjir bandang dan mengakibatkan putusnya akses jalan yang terjadi sejak dua hari yang lalu.
Dalam kunjunganya tersebut Wakil Ketua Komisi II anggota DPRD Tanggamus dari Partai NasDem Karnain mengharapkan agar jembatan yang rusak berat tersebut cepat diperbaiki, karena dengan ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan putusnya akses jalan terutama kendaraan roda empat dari Kecamatan Kotaagung menuju Kecamatan Limau paling tidak harus segera dibuat jembatan darurat atau jembatan sementara agar akses jalan tersebut tidak terputus. Sebalum nantinya dibangun secara permanen mengingat jalur tersebut adalah pengerjaanya milik PU Provinsi.
“Pemkab Tanggamus melalui BPBD harus bertindak cepat untuk menanggulangi masalah ini karena jembatan ini merupakan satu-satunya akses masyarakat dari Kotaagung menuju Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, paling tidak harus dibuatkan jembatan darurat atau sementara agar kendaraan roda empat dapat melintas di jalan tersebut belum lagi masyarakat setempat banyak menggunakan akses jalan tersebut menuju tempat usaha mereka,” ujar Karnain saat ditemui di lokasi jembatan yang putus tersebut, Senin (09/5/2016).
Menanggapi hal itu Sekretaris BPBD Tanggamus Swandi mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melaksanakan pembuatan jembatan darurat. Apalagi hal tersebut sifatnya darurat Karena sesuai dengan tupoksi mereka dibidang kedaruratan dalam penanggulangan bencana, tapi dengan catatan semua prosedur sudah lengkap dipenuhi, baik surat laporan dari kepala pekon melalui kecamatan dan tembusan ke Bupati setelah itu nanti tinggal Bupati Tanggamus yang menentukan dinas atau badan mana yang akan ditunjuk untuk melaksanakan hal tersebut.
“Kami siap melaksanakan pembuatan jembatan darurat kalau semua prosedur sudah dijalankan sesuai aturan karena pengerjaan ini harus menurunkan alat berat apa lagi sudah ada permintaan masyarakat untuk meluruskan aliran sungai tersebut karena menurut mereka dulunya sungai itu memang lurus adanya,nanti kami akan menggiring Kepala Pekon untuk mengurus semua itu agar lebih cepat agar semua dapat terealisasi dengan cepat,” kata Swandi.
Sementara itu Kepala Pekon Suka Banjar Ristiyani menjelaskan dirinya sudah membuat surat atau provosal kepada Pemkab Tanggamus melalui Kecamatan Kotaagung Timur untuk perbaikan jembatan tersebut, bahkan sudah dua bulan yang lalu,tapi tidak pernah ada tanggapan hingga akhirnya menjadi lebih parah seperti saat ini.
“Provosal sudah kami buat dan kami kirim semenjak dua bulan lalu mengingat jembatan tersebut memang sudah rusak sejak Oktober tahun lalu dan memakai jembatan darurat dari pohon kelapa hasil swadaya masyarakat,tapi belum ada tanggapan hingga akhirnya kembali ambruk oleh terjangan banjir lagi,” ungkapnya. (Agus/Mar)









