oleh

Diskes Serahkan Tujuh Mobil Ambulan

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus merealisasikan tujuh unit ambulan sebagai sarana pelengkap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di kabupaten setempat.

Sekretaris Diskes Taufik Hidayat mewakili Kadiskes Tanggamus Sukisno mengatakan, Puskesmas di Tanggamus sendiri ada sekitar 22 dan selama ini memang setiap puskesmas di Kabupaten yang memiliki icon lumba-lumba ini sudah memiliki mobil ambulan. Hanya saja, diharuskan setiap puskesmas memiliki dua unit ambulan, dengan peruntukan satu unit untuk puskesmas keliling (pusling) dan satu lagi untuk rujukan.

“Jadi mobil-mobil ambulan itu untuk kebutuhan di puskesmas, terutama rawat inap yang masih baru, atau yang selama ini belum ada ambulanya. Dan selama ini ambulan untuk pusling memang sudah ada, yang masih kurang ambulan untuk rujukan dan itu dilengkapi sekarang,” kata Taufik, Senin (9/5/2016).

Mantan Kabid P3PL Diskes ini mengaku tidak mengatahui pasti berapa besaran anggaran dari pengadaan tujuh unit mobil ambulan ini. Pastinya pembelian dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang didapat Diskes Tangggamus tahun 2016 ini. Dan ambulan-ambulan baru tersebut modifikasi mobil minibus merk Suzuki jenis APV. Yang masih dipertahankan cuma kursi sopir dan penumpang samping sopir, sedangkan bagian dalam sudah dimofikasi layaknya ruang ambulan.
“Kalau dana untuk pengadaan habis berapa, saya kurang tahu tapi itu sudah sesuai dengan klasifikasi mobil ambulan. Sebab untuk ambulan memang ada paket klasifikasi berdasarkan katalog yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Dengan adanya pelengkapan ambulan di tiap puskesmas, lanjut Taufik, dapat memaksimalkan pelayanan ke masyarakats sehingga penanganan masalah kesehatan dan penanganan medis tidak terkendala lagi. Seperti ambulan pusling, biasa digunakan untuk pelayanan kesehatan secara keliling ke pekon-pekon yang jauh dari puskesmas. Jenis ini yang paling banyak dan semua puskesmas memilikinya

“Kemudian ambulan rujukan, peruntukannya guna mengantarkan pasien dari tingkat puskesmas ke rumah sakit, sebab penanganan di puskesmas terbatas dibanding rumah sakit. Dan begitu ambulan itu tiba dan diskes serahterima langsung dicatatat sebagai aset daerah,” tukasnya. (Ron/Mar)