oleh

Proyek DKP Provinsi Lampung Diduga ‘Dibagi-bagi’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Proyek-proyek Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung tahun 2016 diduga kuat habis dibagi-bagi sebelum dilakukan tender. Bahkan, disinyalir ada oknum yang menjadi koordinator dalam ‘obral’ pembagian proyek-proyek tersebut.

Berdasarkan informasi, dokumen dan data yang diperoleh Harian Pilar, daftar proyek-proyek DKP tahun 2016 diduga terlebih dahulu ditentukan siapa-siapa yang akan mendapat paket-paket proyek itu oleh koordinator yang membagikan proyek, kemudian daftar tersebut diserahkan ke Kepala DKP Provinsi Lampung Setiato.

Bahkan, dalam berkas yang diperoleh Harian Pilar tertulis siapa koordinator tersebut. Kuat dugaan proyek-proyek tersebut sebelum ditender memang sudah ditentukan siapa yang akan mengerjakannya.

Total anggaran paket proyek DKP Provinsi Lampung Rp10.509.400.000 yang terbagi ke dalam 16 paket pekerjaan, yakni Belanja modal Pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor sepeda motor berupa Pengadaan kendaraan operasional roda syahbandar dengan volume 2 Unit senilai Rp40 juta.

Belanja barang fisik lainnya untuk diserahkan kepada masyarakat/Pemda berupa Rehabilitasi Kawasan Pesisir volume 31.500 batang menggunakan dana APBN senilai Rp141,750 juta berlokasi di Lampung Selatan.

Belanja modal Pengadaan Bangunan Gedung Pertokoan/Koperasi/Pasar Berupa Rehab kios/toko nelayan di PPP Maringgai senilai Rp480 juta berlokasi di PPP Labuhan Maringgai.

Belanja Hibah Barang Berupa Pengadaan Unit Alat Penangkapan volumen 1 Paket senilai Rp400 juta. Belanja Modal Konsultansi Pengawasan Berupa Belanja Modal Pengadaan Kapal Motor Pengadaan Kapal Wisata Bahari volume 1 Paket senilai Rp92,5 juta.

Belanja Modal Konsultasi Pengawasan berupa Konsultan Pengawasan Pembangunan Break Water senilai Rp100 juta lokasi di Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat. Belanja Modal Konsultansi Perencanaan Berupa Belanja Modal Pengadaan Kapal Motor Pengadaan Kapal Wisata Bahari volumen 1 Paket senilai Rp157,500 juta.

Belanja Modal Pengadaan Bangunan Gedung Kantor Berupa Pembangunan TPI Lempasing senilai Rp900 juta berlokasi di TPI Lempasing. Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Pembelian Dermaga Berupa Pembangunan Breakwater senilai Rp3,7 Miliar berlokasi di Bengkunat Pesisir Barat.

Belanja Modal Pengadaan Alat Angkut Apung Bermotor Berupa Belanja Pengadaan Kapal Motor Pengadaan Kapal Wisata Bahari senilai Rp225 juta. Belanja modal Pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor jeep Berupa Pengadaan operasional roda 4 (syahbandar dan pengawasan) volume 2 Unit senilai Rp760 juta.

Belanja Benih/Induk Ikan Berupa Pengadaan Benih Ikan Air Tawar senilai Rp195 juta. Belanja Jasa konsultansi Perencanaan Non Fisik Konsultan Perencanaan Penyusunan Dokumen RZWP3K (Album Peta, Naskah Akademik dan Draf Raperda senilai Rp849 juta.

Selanjutnya, belanja Hibah Barang yang diserahkan Kepada Masyarakat/Pihak Ketiga Berupa Belanja Calon Induk Ikan Lele dengan volume 200 Paket senilai Rp200 juta. Belanja Hibah Motor Bak Roda Tiga senilai Rp33 juta berlokasi di PPP Lempasing.

Belanja Jasa Pihak Ketiga Berupa Restorasi Terumbu Karang senilai Rp120 juta lokasi di Kabupaten Pesawaran. Kepala DKP Provinsi Lampung, Setiato, membantah hal tersebut. “Sudah ditenderkan sesuai jadwal. Tidak ada yang bagi-bagi proyek,” ujarnya singkat. (Tim/Juanda)