Harianpilar.com, Lampung Utara – Ratusan pegawai tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (3/5/2016) menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah sakit Ryacudu. Massa menuntut pihak rumah sakit transparan dalam pengelolaan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Selain itu, massa juga menuntut direktur RSUD Ryacudu dan BPJS untuk segera menyelesaikan tunggakan pembayaran BPJS yang sudah tiga bulan belum terbayarkan.
Koordinator Aksi dr Syah Indra ddalam orasinya menyatakan, pihaknya meminta rumah sakit untuk lebih transparansi dalam pengelolaan keuangan BPJS. Selain itu mendesak pihak BPJS untuk memberhentikan karyawannya yang ada di RSUD Ryacudu karena dinilai tidak mampu mengelola sehingga banyak pasien yan tidak terdata.
“Tidak ada transparansi dalam pengelolaan keuangan BPJS, kami menuntut juga pemberhentikan karyawan BPJS karena tidak mampu bekerja, sehingga banyak pasien BPJS yang tidak terdata,” ungkapnya.
Massa juga mendesak DIrektur RSUD Ryacudu untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu merealisasikan tuntutan pegawai.
“Untuk diketahui kalau dalam waktu dekat Direktur RSUD Ryacudu Maya Metissa tidak bisa menyelesaikan tuntutan Kami, diharapkan untuk mundur dari jabatanya,” tegas salah seorang demonstran.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampura Samsir meminta seluruh pegawai yang demo untuk tetap mengedepankan pelayanan terhadap pasien. Terkait tuntutan tersebut, Sekda berjanji akan menindaklanjuti dan meminta direktur RSUD Ryacudu untuk segera menyelesaikan uang kesejahteraan tenaga medis terkait BPJS.
“Tuntutan dan pernyataan sikap tesebut akan ditindak lanjuti dengan sebaik mungkin. Dan Saya pada hari ini sudah mengintruksikan kepada direktur RSUD untuk bisa menyelesaikan masalah uang kesejahteraan tenaga medis terkait pelayanan BPJS,” tegasnya, saat menggelar mediasi dengan demonstran.
Di tempat yang sama, Direktur RSUD Ryacudu Maya mengatakan, jika telatnya pemberian uang pelayanan jasa lantaran belum lengkapnya data laporan pegawai.
“Telatnya pembayaran uang pelayanan jasa ini akibat laporan data tenaga medis belum selesai,” ungkapnya.
Sementara, akibat aksi unjuk rasa tersebut mengakibatkan aktifitas pelayanan kesehatan terhdap pasien lumpuh. Betapa tidak, selama demo digelar hampir 3 jam, beberapa pasien terlantar akibat tidak adanya pelayanan kesehatan.
“Pasien sudah sangat lama menunggu dokter namun tidak ada, sedangkan pasien mengeluh kesakitan ini mas. Ini sangat beresiko terhadap kesehatan pasien,” kata salah seorang kelurga pasien.
Pantauan di RSUD Ryacudu, beberapa ruang periksaan pasien seperti ruang Poli dalam kondisi tutup bahkan tidak menerima pasein. (Iswant/Yoan/Juanda)








