oleh

Katagori KLB, Tanggamus Darurat DBD

Harianpilar.com, Tanggamus – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanggamus medio Januari 2016 mengalami peningkatan mencapai 58 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2015, dan masuk dalam kejadian luar biasa (KLB)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanggamus, melalui Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Sismantoro, dari 58 kasus DBD yang terjadi pada bulan Januari ini, satu diantaranya meninggal dunia yakni Sohib (42) warga Pekon Sukamaju, Kecamatan Pugung.

“Korban DBD yang meninggal dunia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu selama dua hari. Tapi belum maksimal perawatannya, malah korban minta pulang dengan alasan kondisi sudah membaik. Padahal fase penyembuhan DBD minimal satu minggu,” ujar Sismantoro, Senin (25/1/2016).

Ia menerangkan, dari jumlah kasus yang ada. Kecamatan tertinggi kasus DBD yakni di Kecamatan Pugung dengan jumlah 21 kasus, kemudian Kecamatan Gisting 18 kasus. Sementara untuk kecamatan lainnya seperti masih terbilang rendah. Seperti di Kecamatan Semaka, Pulau Panggung hanya tiga kasus. Selanjutnya, Kecamatan Kota Agung, Talang Padang, Kota Agung Barat, Airnaningan, Wonosobo hanya ada 2 kasus. Dan terakhir Kecamatan Bulok, Sumberejo dan Pematangsawa hanya terdapat 1 kasus saja.

“Dari hasil tinjauan tim Dinas Kesehatan yang dipimpin langsung oleh Pak kadiskes ke dua Kecamatan yang paling tinggi kasus DBD tersebut. Ternyata memang di Pugung di wilayah UPT Kesehatan Sumanda, ada satu kolam ikan yang sudah tidak terpakai dan banyaknya ban bekas yang digenangi air hujan, begitu juga di Gisting. Itulah penyebab kasus DBD meningkat, dan memang untuk Gisting, dari tahun ketahun memanglah menjadi wilayah endemik dari penyakit DBD,” jelasnya.

Ditambahkannya, faktor cuaca panas yang saat ini terjadi. Membuat siklus penetasan telur nyamuk lebih cepat yakni sekitar lima hari, yang seharusnya menetas satu minggu. “Seharusnyakan kita ini masih dalam musim penghujan, tapi kenyataannya malah panas. Dengan cuaca yang tidak menentu inilah salah satu faktor penyebab angka kasus DBD di Tanggamus meningkat,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah peningkatan jumlah kasus DBD di kabupaten yang terkenal dengan icon ikan lumba-lumba ini. Diskes setempat melaksanakan berbagai macam kegiatan, seperti pelaksanaan fogging, penyuluhan kesehatan, pembersihan wilayah yang menjadi endemik DBD seperti di Kecamatan Pugung beberapa hari kemarin, dan pemutaran film penyuluhan kesehatan.

“Kita juga menimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu melaksanakan PHBS dan menerapkan 3 M, agar selalu terhindar dari penyakit DBD. Dan kita juga sudah mengirimkan surat edaran kepada pihak kecamatan untuk selalu melaksanakan kegiatan jum’at bersih,” imbuhnya. (Imron/Juanda)