Harianpilar.com, Tanggamus – Alprinse Syah Pernong, Pangeran dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung tertarik untuk mepelajari kesenian bela diri pencak silat Kuntau dibawah nauangan Himpunan Kesenian Adat Semende (HIKAS).
Sebagai tanda resminya putera dari Raja Paksi Pak Sekala Brak Kepangsian Pernong Sultan Edwarsyah Pernong yang dipertuan ke 23 tersebut diadakan prosesi adat suku Semendo dikediaman guru besar HIKAS H. Dusari Jalan Raya Pekon Penantian Kecamatan Pulaupanggung. Prosesi awal, Edward Syah Pernong menyerahkan dua senjata tajam berbentuk melengkung dan lurus, dua senjata tajam tersebut dibungkus dalam kain berwarna putih. Penyerahan dua senjata tersebut dimaksudkan agar Alprinse dapat menguasai senjata jenis lurus maupun bengkok. Setelah itu prosesi dilanjutkan dengan dijabatnya tangan Alprinse oleh guru besar Hikas Dusari sambil memberikan wejangan dan terakhir, murid baru termasuk tamu yang hadir dipersilahkan untuk mengambil daging ayam bakar utuh.
Menurut Pun Edward, dirinya sudah mengetahui dari dulu tentang Silat Kuntau dan ia mengaku takjub dengan jurus dua pisau. “Penerimaan Alprinse sebagai murid ini sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan. Dari dulu saya tahu kalau di Silat Semende kehebatannya di pisau dua yang sudah terkenal, untuk itu Ekistensi Hikas harus dijaga dan mengapa saya menitipkan anak saya untuk belajar Kuntau hal itu karena adanya hubungan sejarah antara kerajaan Lampung dengan masyarakat Semende,” ujarnya.
Ditambahkan Edward jika tujuan menyerahkan puteranya untuk belajar Silat Kuntau adalah agar Alprinse dapat menjadi orang yang rendah diri dan dapat membantu sesama.”Belajar Silat Kuntau ini untuk menjadikan dia orang yang rendah hati,menjadi pendekar yang tidak sombong dan meminimalisir terjadinya keributan,” kata Kapolda Lampung itu.
Agar sang putera dapat serius mempelajari Silat Kuntau, Edward sengaja menyertakan seorang guru untuk melantih Alprinse di Jakarta.”Belajarnya di Jakarta, tetapi kalau libur panjang, pasti kembali lagi ke Pekon Penantian Pulaupanggung untuk belajar bersama dengan yang lain,” ujar dia.
Sementara itu guru besar Hikas, Dusari berpesan kepada Alprinse untuk menjadi anak yang bertakwa kepada Allah SWT dan patuh terhadap kedua orang tua.”Mempelajari silat itu bukan untuk gagah-gagahan, jangan jadi anak nakal, sama ibu-bapak harus patuh, sehingga selamat dunia akhirat,” katanya.
Sementara itu panitia kegiatan H.Darusalam mengaku tersanjung dengan tertariknya Alprinse untuk mempelajari silat semende. “Kami bangga sekali, orang diluar Jeme Semende mau belajar Kuntau Semende. Kesenian Bela diri ini sendiri merupakan warisan nenek moyang suku Semende. Jadi saya harap dengan belajarnya anak pun disini bisa menjadi ilmu padi,” ucapnya.
Dalam acara penerimaam murid Silat Kuntau tersebut, dihadiri Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Kapolsek Pulaupanggung AKP A.Roni, Camat Pulaupanggung Arpin,S.Pd, dan Komandan Koramil Pulaupanggung Kapten (Inf) Sutoto. (imron/joe)









