Harianpilar.Com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp65 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI untuk membangun 13 ruas jalan dan dua jembatan di sejumlah wilayah.
Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, menyebut Tanggamus memiliki garis pantai sekitar 202 kilometer yang membentang di wilayah Teluk Semaka hingga Kelumbayan dan menjadi salah satu kekuatan sektor perikanan maupun pariwisata daerah. Selain itu, Tanggamus juga dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung dengan luas perkebunan kopi lebih dari 41 ribu hektare.
“Produk unggulan berupa kopi, persawahan dan perkebunan kita Alhamdulillah luas dan potensinya baik. Bahkan pada masanya dulu, beras dari Tanggamus pernah masuk ke Istana Presiden,” ujar Agus Suranto di hadapan tim PT SMI.
Suasana rapat berlangsung formal namun hangat. Tim PT SMI yang dipimpin Joan Juliandi Tampubolon bersama Pebriana tampak berdiskusi dengan jajaran Pemkab Tanggamus mengenai kesiapan administrasi, teknis hingga manfaat ekonomi dari proyek yang diajukan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tahapan penting sebelum PT SMI mengambil keputusan final terhadap pinjaman daerah yang diajukan Pemkab Tanggamus.
“Hari ini dipimpin Pak Wakil Bupati menerima dan menyambut kedatangan tim PT SMI. Besok akan dilakukan titik kumpul di Bappeda sebelum penilaian lapangan. Ada tiga aspek penilaian utama dari PT SMI, yakni kelengkapan dokumen, kesiapan penganggaran, dan kemanfaatan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Hendra.
Ia menyebut, total pinjaman yang diajukan sebesar Rp65 miliar untuk pembangunan 15 titik infrastruktur yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanggamus.
“Dari 15 titik itu terdiri dari 13 ruas jalan dan 2 jembatan. Lokasinya tersebar mulai dari Kelumbayan, Waynipah, Kotaagung, Talang Padang dan kecamatan lainnya. Infrastruktur ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendra, verifikasi lapangan akan melibatkan seluruh camat dari 15 kecamatan lokasi pembangunan. Ia berharap hasil penilaian PT SMI dapat selesai dalam satu bulan ke depan sehingga proses pembangunan bisa segera berjalan.
“Insya Allah akhir Juni sudah ada keputusan final berkaitan dengan pinjaman PT SMI ini. Kalau sudah disetujui, Juli proses lelang selesai dan Agustus paket pekerjaan sudah terkontrak,” tambahnya.
Sementara itu, Joan Juliandi Tampubolon selaku Tim Leader Pembiayaan Publik PT SMI menegaskan bahwa pihaknya datang untuk memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam melaksanakan proyek yang dibiayai melalui skema pinjaman daerah.
“Kami ingin memastikan kesiapan dokumentasi penganggaran, kesiapan teknis seperti desain dan RAB, serta kesiapan aspek sosial dan manfaat ekonominya. Yang paling penting bagi kami, manfaat proyek harus lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan,” ujar Joan. (Rls)









