Harianpilar.com, Tanggamus – Diduga akibat konsleting arus pendek listrik, sebuah bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Assyukron yang berada di Pekon Ciherang, Kecamatan Gunung Alip, Tanggamus. Ludes di lalap si jago merah, pada Sabtu (31/10/2015) pukul 11.00 wib.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah selesai, Paud sudah dalam keadaan kosong. Namun peralatan belajar yang ada didalam Paud ludes terbakar.
Camat Gunung Alip Mua’yin Zen mengatakan bangunan paud tersebut milik Drs Sakur, yang di jaga oleh warga setempat bernama Hasan (45) yang kebetulan, saat kejadian tidak berada di tempat, karena tengah memperbaiki rumah di Dusun Kuau, Pekon setempat. Secara fisik, bangunan paud itu adalah rumah. Dimana ruang depan dan tengah di fungsikan sebagai Paud, sementara pada bagian belakang dihuni oleh Hasan.
“Barang-barang milik Hasan ikut ludes terbakar. Saksi mata, menyatakan kepulan asap terlihat dari ruang tengah. Kemudian, warga langsung meminta bantuan warga lainnya untuk membuka paud tersebut, api cepat membesar. Warga mencoba memadamkan api dengan cara manual. Tapi api malah membesar. Ya, ditambah lagi kita masih musim kekeringan, jadi cepet api membesar,” terang Mua’yin melalui sambungan telponnya. Minggu (1/11/2015).
Mengetahui musibah kebakaran gedung Paud di wilayah yang dipimpinnya. Mua’yin langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Tanggamus pos Kecamatan Talang Padang. Dengan kurun waktu 20 menit damkar tiba dan langsung melakukan proses pemadaman api. Kurang lebih sekitar 45 menit, si jago merah berhasil di jinakan.
Kepala BPBD Tanggamus Burdani, SH mengatakan, saat petugas Damkar tiba dilokasi kejadian. Kondisi api sudah membesar. Dan langsung di lakukan pemadaman, yang kurang lebih setengah jam lamanya barulah api bisa di padamkan. Dugaan sementara, api berasal dari konsleting arus pendek listrik yang ada di dalam bangunan paud tersebut. “Tidak ada yang bisa diselamatkan dari alat belajar di dalam Paud. Dan tidak ada korban jiwa, karena murid-murid sudah pulang. Untuk kerugian kita belum bisa pastikan berapanya, karena sedang dalam proses perhitungan. Tetapi sepertinya kerugian sangat besar,” kata Burdani. (imron/jor)









