oleh

Perekonomian Lampung Makin Sulit

Harianpilar.com, Bandarlampung – Saat ini ekonomi masyarakat Lampung sedang diuji. Keadaan ekonomi di Provinsi Lampung sangat sulit, selain sedang menaiknya harga dollar juga musim kemarau yang juga berdampak pada pertanian di Lampung yang hampir mengalami gagal panen.

Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo mengatakan, tidak hanya di Provinsi Lampung, bahkan Indonesia dan duniapun sedang krisis ekonomi.

“Bicara soal krisis ekonomi kembali mengingatkan kita dengan peristiwa krisis tahun 1998 yang sangat menyulitkan masyarakat, kita harapkan ini tidak terjadi lagi,” katanya, di kantor gubernur, Rabu (7/10/2015)

Ekonomi Lampung sedang tahapan ujian yang harus dihadapi dengan tenang dan tidak risau. “Kalau Lampung, meski ekonomi sedang tahap ujian kan ada Sumber Daya Alam (SDA) kita yang kaya, ini harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Masyarkat Lampung inikan rata-rata petani. “Saya berharap masyarakat tidak bergejolak dengan kemarau yang melanda. Tetap lakukan yang terbaik, apalagi dari dinas pemukiman dan pengairan sedang memprogramkan 80 sumur bor, dan sekarang sudah berjalan, semoga bermanfaat selama kemarau,” kata orang nomor satu di Lampung itu.

Sebelumnya diketahui Kepala Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung, Edarwan, sudah masuk dalam tahapan penetapan pihak rekanan, pembangunan sumur bor ini bukan disebabkan kemarau panjang hingga November 2015, ini murni dari program Dinas.

“Pembangunan 80 sumur bor ini murni program Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung, ya mungkin ini bertepan dengan musim panas jadi bisa membantu masyarakat nantinya. Pekerjaan juga sesuai dengan prosedur tahapan ini sedang dalam proses penetapan pihak rekanan dan itu sesuai dengan prosedur waktu, fokusnya untuk domistik, kegiatan sosial, untuk masjid-masjid,” Katanya.

Insya allah dalam waktu dekat ini sudah selesai prosesnya dan bisa dikerjakan dalam waktu dekat ini. “Agustus insya allah agustus mulai berjalan untuk pengeboran sumurnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Edwar menjelaskan, sedangkan untuk anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut, satu sumur bor adalah Rp100 juta, jadi 80 sumur bor Rp8 miliar dari APBD tahun 2015.

Anggaran yang digelontorkan ini dari APBD 2015, dan semoga program ini bisa bermanfaat dan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. (Fitri/JJ)