oleh

Satu Jamaah Haji Asal Tanggamus Meninggal di Mekkah

Harianpilar.com, Tanggamus – Satu jamaah haji asal Kabupaten Tanggamus, Solihin bin Mat Yahya Sareh dikabarkan meninggal dunia di Mekkah. Warga RT 02 RW 02 Pekon Purwodadi, Kecamatan

Gisting itu, diduga meninggal akibat penyakit alergi sesak napas, yang dideritanya jika merasakan cuaca dingin.

“Bapak meninggal karena sesak napas. Selama ini memang kalau cuaca dingin bapak susah napas. Hal itulah yang menyebabkan bapak meninggal,” ujar Napiah saat ditemui di kediamannya, kemarin (16/9) petang.

Kejadiannya, kata dia, bermula pada Senin (14/9/2015) dini hari Solihin mengalami sesak napas saat akan solat subuh. Kemudian rencananya akan dilarikan ke rumah sakit. Namun belum sempat itu terlaksana, dia sudah lebih dulu berpulang. “Sebenarnya bapak juga tidak punya penyakit paru-paru, hanya tidak tahan pada cuaca dingin. Untuk antisipasi itu, keluarga sudah membawakan obat-obatan dan perlengkapan lain. Tapi bapak tidak tertolong,” terang Napiah.

Pihak keluarga juga mengakui jika pria yang berprofesi sebagai petani itu, memang berangkat haji saat usia lanjut yakni 87 tahun. Namun selama ini kondisinya sehat dan itu juga yang membuat Solihin dibolehkan berangkat haji oleh panitia, yaitu Kantor Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan. “Kalau pun pada akhirnya meninggal kami sekeluarga ikhlas. Mungkin itulah takdir dari Allah, jika bapak meninggal di sana,” ujar Napiah.

Kemudian atas meninggalnya Solihin, ia meminta doa kebaikan buat ayahnya, lapang dada bagi keluarga, dan diterima amalnya. Apabila ada rasa terkejut atau rasa lainnya itu manusiawi, namun keluarga sudah menerimanya.

Solihin sebelumnya sudah pernah umroh, namun pada tahun ini mendapat giliran haji. Solihin bersama Juniah mendaftar haji pada November 2011 yang rencananya berangkat 2012. Namun saat itu ada pengurangan kuota jemaah haji karena pembangunan Masjidil Haram. Lalu pada 2013 hanya istrinya yang keluar porsi hajinya. Namun karena mereka ingin berangkat bersama, akhirnya ditunda dulu. Dan mendapat porsi 2018 atau 2019. Namun karena faktor usia, akhirnya mereka diprioritaskan bisa berangkat tahun ini.

Napiah menjelaskan, saat ini pria yang memiliki enam anak dan 15 cucu tersebut sudah dimakamkan di Makkah. Dan dari pihak keluarga bersama para tetangga mengadakan tahlilan selama tujuh hari, meski untuk keluarga sendiri mengadakan tahlilan selama keberangkatan haji.
Untuk diketahui, Solihin berangkat haji bersama istrinya Juminah (74) pada 25 Agustus lalu. Pasangan suami-isteri itu tergabung dalam pemberangkatan pertama untuk wilayah Tanggamus. Lantas dengan meninggalnya Solihin, Juminah juga iklas, bahkan tegar jika akhirnya harus pulang ke tanah air tanpa pendamping yang selama ini setia menemani dalam suka dan duka bahtera rumah tangga. “Ibu juga sudah telepon, supaya kami jangan terlalu menghawatirkan dirinya. Ibu bilang, kondisinya baik-baik saja. Banyak teman dan saudara juga sesama jemaah yang menguatkannya,” tandas Napiah. (imron/joe)