Harianpilar.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) menghimbau masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban, dapat memeriksakan kesehatan hewan kurbannya kepada tim monitoring kesehatan hewan kurban mulai tanggal 21 September 2015 mendatang.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Eko Turyono mendampingi Kepala Disnakeswan Tanggamus Romas Yadi, mengatakan tim monitoring kesehatan hewan kurban Idul Adha 1436 Hijriyah, telah di bentuk Disnakeswan. Mereka terdiri dari 20 orang petugas, terdiri dari tiga orang dokter hewan, tiga orang para medik dan selebihnya petugas terlatih di bidang kesehatan hewan. Petugas monitoring ini tersebar di setiap Kecamatan, dan di 4 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tanggamus. “Efektifnya tim monitoring ini bertugas mulai tanggal 21 september mendatang, nah mulai saat itu kami himbau kepada masyarakat, atau panitia kurban, agar segera memeriksakan hewan kurbannya kepada petugas kami, baik yang ada di Kecamatan-Kecamatan, maupun di puskeswan, agar hewan kurban kita benar benar sehat dan layak konsumsi, serta sudah masuk kriteria untuk kurban,” katanya, Rabu (16/9/2015).
Eko Turyono mengatakan, tim tersebut akan memeriksa ante mortem dan post mortem hewan kurban. Adapun pemeriksaan ante mortem yaitu pemeriksaan bagian luar atau fisik hewan, karena melalui pemeriksaan ini akan diketahui jika hewan yang berpenyakit melalui ciri ciri tertentu, sedangkan pemeriksaan post mortem yaitu pemeriksaan bagian dalam hewan kurban paska di sembelih. “Pemeriksaan ante mortem lebih difokuskan melihat fisik hewan kurban yang sehat dan memenuhi kriteria untuk kurban, seperti mata cerah, telinga utuh, kaki tidak pincang, dan sebagainya, untuk post mortem yaitu pemeriksaan jeroan hewan kurban paska di sembelih, terutama bagian hati, apakah ada cacing hatinya, apabila ada, maka bagian tersebut di buang, untuk Tanggamus di tahun tahun lalu, saat post mortem hanya ditemukan penyakit cacing hati,” ujarnya.
Selain menurunkan tim monitoring tersebut, Disnakeswan sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi penyediaan daging kurban yang asuh. Pada sosialisasi ini di berikan 3 materi yaitu tentang kesejahteraan hewan (kesrawan) yaitu cara memperlakukan hewan kurban, seperti saat merobohkan hewan saat akan disembelih, kemudian saat penyembelihan harus menggunakan pisau sesuai ukuran, tajam dan bersih, kemudian lagi materi terkait zoonis yaitu penyakit hewan yang menular manusia, yaitu seperti termasuk penyakit cacing hati, dan hieginis daging kurban, seperti petugas penanganan daging kurban harus sehat, jeroan tidak boleh di campur daging bagus, dan plastik tidak boleh berwarna, karena daging sangat rentan terkomtaminsi. “Sosialisasi di pusatkan di tiga tempat yaitu Kecamatan Sumberejo, Pugung dan Bulok, pada saat sosialisasi kami undang pengurus atau takmir masjid, ya mudah mudahan mereka sudah faham apa yang kami berikan, terkait penangana hewan dan daging kurban pada Idul Adha mendatang,” imbuhnya. (imron/joe)









